ABG Terduga LGBT Diamankan Satpol PP Payakumbuh

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan


ABG Terduga LGBT Diamankan Satpol PP Payakumbuh

Kamis, 10 Januari 2019

Payakumbuh, fajarsumbar.com - Kembali Kota Payakumbuh dikejutkan oleh penyakit masyarakat (pekat), meski pernah mendeklarasikan Daerah Anti LGBT dan Pekat namum hal tersebut tidak membuat sejumlah warga jera dan takut berbuat hal yang negatif. Buktinya, baru-baru ini satu orang Anak Baru Gede (ABG) warga Kota Payakumbuh yang diduga Gay diamankan tim 7 setempat, Selasa (8/1/2019) malam sekira pukul 23,00 Wib.

Informasi diperoleh, kedua pasangan penyuka sesama jenis ini yakni,  RA (16), dan R (18) sama-sama berasal dari Payakumbuh. mereka diduga berbuat mesum sejenis di Lapangan Sari Bulan, Kelurahan Sawah Padang Aur Kuning, Kecamatan Payakumbuh Selatan.

Ketua Harian tim 7 Kota Payakumbuh, Kasatpol-PP, Devitra didampingi Kabid ppd, Budi Kurniawan beserta Kasi ops, Ricky Zaindra mengatakan, pengrebekan pasangan penyuka sesama jenis ini berawal dari laporan Babinkantibmas dan babinsa setempat bahwa ada pasangan penyuka sesama jenis diamankan warga setempat karena diduga melakukan perbuatan mesum sejenis.

“Berdasarkan informasi ini, kita mengamankan ABG berinisial RA untuk digelandang ke markas Satpol-PL. Namun, pasangannya R berhasil kabur dari kejaran warga,”ujarnya, Rabu (9/1/2018).

Menurutnya, warga setempat mulai resah dengan perlakuan kedua ABG ini yang berdua-duan di tempat gelap. Hingga akhirnya dilakukan pengrebekan oleh warga dan sempat terjadi kejar-kejaran hingga akhirnya mengamankan, RA.

“Waktu diamankan, pria ini juga menggunakan pakain dalam wanita, namun penampilannya tidak seperti waria,”ungkapnya.

Mirisnya, dari pengakuan RA dirinya nekat melakukan hubungan sesama jenis karena saling suka dengan R sejak dua bulan mengenalnya.

“Kita baru dua kali melakukannya pak, yang pertama dulu dirumah teman, disini saya sebagai wanita,”sebutnya.

Hingga kini, RA masih dilakukan pemeriksaan lebih lanjut dimarkas Satpol-PP di Bukik Sibaluik, dan selanjutnya di panggil kedua orang tuanya. (AMP)