SUMBAR

Fajar Terkini

Kota Padang

Berganti Nama, Pelayanan RSUD Mohammad Natsir Mesti Maksimal

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno meresmikan pergantian nama RSUD Solok menjadi RSUD Mohammad Natsir, Selasa (22/1). Melati

Solok, fajarsumbar.com - - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Irwan Prayitno meresmikan pergantian nama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Solok menjadi RSUD Mohammad Natsir, Selasa (22/1/2019). Tak hanya sekedar pergantian nama, Irwan meminta harus diiringi dengan peningkatan pelayanan.

"Pelayanan kesehatan kepada masyarakat haruslah maksimal, tidak boleh ada pasien yang terlantar. Nama sudah besar, jangan sampai pelayanan kecil," kata Irwan saat peresmian RSUD tersebut.

Irwan menjelaskan, penggantian nama didasari karena akan dibangun RSUD Solok dan kesamaan nama dengan RSUD Solok Arosuka, sehingga jika tidak diganti akan menimbulkan kebingungan pada masyarakat.

"Beberapa nama RSUD hampir sama dengan RSU Solok tentu masyarakat akan kesulitan jika ada tiga rumah sakit yang namanya hampir sama," katanya.

Tak hanya itu, perubahan nama mesti dilakukan, sebab sering terjadi kesalahan administrasi. Akibatnya anggaran yang semestinya masuk pun menjadi salah alamat.

"Tahun lalu ada Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pusat Rp33 miliar. Namun karena salah alamat, dana tersebut menjadi melayang" ucap gubernur.

Sementara itu, Direktur RSUD Mohammad Natsir, Ernoviana,  menyebut, nama baru tersebut sudah ditetapkan dengan Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 63/2018, tanggal 20 Desember 2018 tentang Perubahan Nama RSUD Solok menjadi RSUD Mohammad Natsir.

"Perubahan nama berlandaskan rekomendasi dari Pemprov Sumbar dan DPRD. Karena ada kerancuaan akibat nama yang sama," ucapnya.

Ia menjelaskan, nama pahlawan nasional Mohammad Natsir, disepakati setelah dilakukan musyawarah dan diskusi dengan tokoh masyarakat Solok, dan juga proses internal di Pemprov Sumbar.

Berbeda dengan RSUD lainnya di Sumatera Barat, seperti RSUD Dr Achmad Mochtar  Bukittinggi, RSUD Dr Adnaan WD, Payakumbuh, atau Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr M Jamil, Padang, yang menggunakan nama dokter, RSUD Solok justru mengambil nama pahlawan.

Pemilihan nama Mohammad Natsir bukanlah muncul seketika. Prosesnya dimulai  pada tahun 2016, dengan  mengusulkan ke Gubernur  Sumbar untuk mengganti nama RSUD Solok ini. (Melati)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Contact Form

Name

Email *

Message *