Masyarakat Pasbar Antre Berjam-jam Demi Dapatkan BBM Bersubsidi, Ada yang Datang dari Subuh

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan


Masyarakat Pasbar Antre Berjam-jam Demi Dapatkan BBM Bersubsidi, Ada yang Datang dari Subuh

Minggu, 27 Januari 2019
Terlihat banyak mobil yang antre berjam-jam demi mendapatkan premium di Pasaman Barat. (andrizal)

Pasbar, fajarsumbar.com - Antrean panjang kendaraan terlihat untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium di SPBU Batang Lingkin Nagari Aia Gadang Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat.

Dalam hitungan jam premium tersebut habis diserbu masyarakat. Apalagi, pasokan BBM bersubsidi itu dibatasi oleh pemerintah.

Menurut pengelola SPBU dengan nomor 14-263-578 Santoso, Minggu (27/1), sebelum pihak SPBU membuka pompa premium antrean panjang sudah terjadi. Malah, mobil dan motor sudah antrean semenjak Subuh.

Jika sudah masuk ke dalam antrean, tidak jarang masyarakat harus antri hingga tiga jam untuk mendapatkan premium subsidi tersebut.

"Padahal pompa premium kami buka pukul 07.00 WIB. Namun, masyarakat sudah antri semenjak Subuh. Artinya terlihat sekali antusias masyarakat dalam mendapatkan premium tersebut. Kami buka pukul 07. 00 WIB pada pukul 10.00 atau paling lama pukul 11.00 WIB sudah habis sebanyak 20 ton, "papar Santoso.

Pemerintah sendiri saat ini membatasi BBM jenis premium. Sementara masyarakat yang layak menerima BBM jenis subsidi belum terpenuhi. Masyarakat berebutan hingga terjadi perkelahian dan adu mulut sesama masyarakat.

"Sepekan SPBU menghabiskan 64 ton BBM jenis premium. Untuk menghindari kerusuhan di SPBU pihak SPBU meminta bantuan ke pihak kepolisian untuk mengamankan situasi di SPBU, setiap hari,"tandas Santoso.

Sebagai pengelola SPBU, pihaknya kebingungan karena BBM jenis premium ini. Karena, kelangkaan BBM bisa berakibat terganggunya keamanan dan kenyamanan di SPBU.

"Tidak jarang sama dipanggil ke kantor polisi karena kasus premium ini. Kita kan sama tahu bagaimana penggunaan BBM jenis premium ini. Masyarakat yang boleh mengisi mobilnya menggunakan BBM jenis premium ini,"tandas Santoso

Kemudian, tambah Santoso karena pengisian jerigen tidak dibolehkan oleh SPBU. Masyarakat yang pengecer malah mengisikan ke mobil dan motor mereka terlebih dahulu.

"Bagi kami sebagai pengelola SPBU ini, hanya menginginkan keamanan dan kenyamanan. Toh BBM jenis premium ini hak masyarakat juga. Dengan catatan marilah sama-sama kita menjaga ketertiban dan keamanan,"harap Santoso.

Salah seorang yang berada di antrian panjang tersebut, Tono mengaku rela antri berjam-jam karena harga premium lebih murah.

"Saya menilai premium juga lebih bagus. Kalau Pertamax jujur, saya tidak sanggup karena harganya mahal sekali,"terang Tono.

Tono berharap kepada pemerintah untuk memikirkan kembali tentang pengadaan premium ini. Karena masyarakat masih banyak yang belum mendapatkan.

" Kadang sudah capek antri, sampai pada giliran mobil kita habis,"ulas Tono.(Andrizal)