SUMBAR

Fajar Terkini

Kota Padang

Prostitusi Online di Padang, Mucikari Dapat Untung Rp1 Juta per Hari

Wadir Reskrim Umum Polda Sumbar, AKBP Muchtar Supiandi Siregar menginterogasi pelaku usai ditangkap di salah satu hotel. (Foto gepe)

Padang, fajarsumbar.com  Prostitusi online merebak di Padang. Salah seorang muncikari berinsial F mengakui 'menjual' anak di bawah umur, jika ada yang memesan. Itupun atas permintaan pekerja bisnis haram tersebut.

Bahkan, salah seorang PSK berinisial ALV juga meminta bantuan untuk mencarikan pelanggan yang akan memakainya. Untuk bisnis seperti ini, ia mengaku paling banyak mendapatkan uang Rp1 juta per hari.

“Saya tidak setiap hari seperti ini. Hasil dari prostitusi itu saya serahkan semuanya kepada DM (pacar saya) untuk membayar uang kuliah, kos dan kebutuhan lainya. Saya dan DM itu memang pacaran. Tidak menentu berapa uang yang diperoleh. Semuanya untuk pacar saya. Saya menjual wanita melalui aplikasi media sosial,” ungkap F.

Wadir Reskrim Umum Polda Sumbar, AKBP Muchtar Supiandi Siregar menceritakan terungkapnya kasus protitusi online ini berdasarkan penyelidikan sejak beberapa hari terakhir. Selanjutnya dilakukan dilakukan penggerebekan di hotel.

"Prostitusi online sangat marak saat ini. Makanya kita lakukan penyelidikan. Saat penggerebekan sempat diamankan 10 orang. Hasil pemeriksaan yang diduga terlibat praktek protistusi online melalui salah satu aplikasi sebanyak tiga orang. Mucikari sudah kita tetapkan sebagai tersangka sedangkan dua lainnya saksi dan korban,” kata AKBP Muchtar Siregar.

Diceritakan,  pengakuan dari muncikari tersebut ia sudah menekuni bisnis prostitusi online ini, sejak 1 tahun yang lalu dan ia hanya mencarikan pelanggan yang membutuhkan short time (ST). Tersangka menggunakan media sosial untuk mencari pelanggan dari wanita yang dijual, dan ia akan mendapatkan imbalan uang dari setiap transaksi.

“Kalau bertransaksi, dilakukan dengan tersangka mucikari dan pelanggan. Setelah uang diterima diserahkan ke wanita yang dijual setelah dipotong. Rata-rata pelaku mengambil 300 ribu setiap transaksi. Untuk eksekusi memang selalu dilakukan di Hotel Axana dengan alasan biar lebih aman,” ungkap Muchtar Siregar.

Anak di bawah umur yang dijual tersangka mucikari kepada lelaki masih berstatus pelajar. Anak itu sengaja didatangkan dari berbagai daeran, jika mucikari mendapatkan pelanggannya di Padang.  Sedangkan DM, kekasih dari mucikari ini, berstatsu mahasiswi dan DM juga berprofesi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK).

“Untuk tindak lanjut terhadap anak di bawah umur dan DM akan kita kirim ke panti rehabilitasi Andam Dewi dengan berkoordinasi bersama Dinas Sosial.  Untuk yang tujuh orang itu juga sebagai saksi. Untuk yyang muncikari proses hukumnya tetap lanjut. Saat ini masih diperiksa secara intensif oleh penyidik,” jelas Muchtar.

Ditegaskan, pihaknya akan menjerat tersangka mucikari ini dengan ndang-undang perlindungan anak pasal 88 junto pasal 76 i undang-undang nomor 17 tahun 2016 dan atau pasal 2 junto pasal 17 undang-undang no 21 tahun 2017 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Sementara itu, Asisten Housekeeper Hotel Axana Edwin Chaniago mengklaim pihaknya tidak pernah menyediakan kamar untuk digunakan sebagai tempat prostitusi. Pasalnya, pihaknya selalu meningkatkan mengawasan dengan memantau aktifitas atau kegiatan pengunjung melalui CCTV atau kamera pengintai.

"Kita dari pihak hotel tidak ada menyediakan prostitusi. Kami menghindari itu juga. Jadi kalau  misalnya ketahuan dua orang lebih di kamar kita suruh keluar dari hotel. Kalau untuk chek in itu harus ada tanda pengenal,"kata Edwin (gp)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *