Rumah Sakit Diimbau Tidak Tolak Pasien Lakalantas, Meski Belum Bekerjasama dengan Jasa Raharja

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan


Rumah Sakit Diimbau Tidak Tolak Pasien Lakalantas, Meski Belum Bekerjasama dengan Jasa Raharja

Rabu, 09 Januari 2019
Rama Yudha

Padang, fajarsumbar.com - Rumah sakit (RS) diimbau tidak menolak pasien kecelakaan lalulintas (Lakalantas) meski belum bekerjasama dengan PT Jasa Raharja. Sebab korban kecelakaan butuh penanganan cepat mengingat menyangkut nyawa seseorang.

"Saya berharap kepada rumah sakit meski belum ada kerjasama dengan PT Jasa Raharja Sumbar untuk tetap melayani pasien kecelakaan lalulintas, sebab korban butuh penanganan yang cepat, ini menyangkut nyawa manusia," tegas Kepala Cabang PT Jasa Raharja Sumbar, Rama Yudha beberapa waktu lalu.

Menurutnya, saat ini PT Jasa Raharja telah bekerja sama dengan 51 rumah sakit yang ada di Sumbar untuk melayani korban kecelakaan lalulintas. Meski demikian bagi RS yang belum bekerjasama dengan asuransi plat merah itu, diminta untuk tetap menangani pasien dalam emergency.

Ia pun menegaskan, warga yang menjadi korban kecelakaan di jalan raya, harus segera mendapat penanganan. Rumah sakit jangan beralasan menolak lantaran identitas tidak jelas. Identitas korban tentu akan diketahui setelah polisi melakukan penyelidikan.

"Tolong kasih tahu sama kami, akan kami turunkan petugas untuk mengeceknya, bila benar, maka segala biayanya kami tanggung, asal bukan kecelakaan tunggal," tambahnya yang didampingi Kabag Operasional Hidayat.

Menurut, Rama yang juga asli orang  Solok tersebut yang baru tiga bulan bertugas di Sumbar menambahkan, bila korban masih membutuhkan perawatan, maka petugasnya akan memindahkan ke rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan Jasa Raharja.

Untuk membiayai korban lakalantas tersebut, Jasa Raharja telah menyediakan biaya perawatan maksimal Rp20 juta. Bila perawatannya melebihi yang ditetapkan, maka kelebihannya ditanggungjawab si korban, atau bila si korban terdaftar jadi anggota Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, maka asuransi kesehatan tersebut yang melanjutkan biaya perawatannya. Bila si korban lakalantas itu meninggal dunia, Jasa Raharja akan memberikan santunan Rp50 juta untuk masing-masing korban.

Selain itu, Hidayat menambahkan, bila biayanya belum mencukupi Rp20 juta, diminta rumah sakit yang telah bekerjasama dengan PT Jasa Raharja tetap melayani pasien, meski rawat jalan. "Kami imbau kepada rumah sakit untuk tetap melayani pasien rawat jalan, korban kecelakaan, jangan pula meminta biayanya kepada pasien," tambahnya lagi.

Begitu juga kepada rumah sakit untuk segera meklaimkan biayanya perawatan korban kalantas itu, jangan pula ditumpuk-tumpuk terlalu lama. "Kami berharap kepada rumah sakit untuk segera mengklaim bianya ke Jasa Raharja, paling lama 14 hari setelah penanganan korban lakalantas," tambahnya. (gp)