SUMBAR

Fajar Terkini

Kota Padang

Soal Komunis, Mereka Rapat Sana, Rapat Sini, Jangan Dikira Kita Tidak Tahu


Jakarta, fajarsumbar.com - Menteri Pertahanan RI, Ryamizard Ryacudu, mendukung kegiatan razia besar-besaran terhadap buku-buku yang berisi ajaran komunisme di wilayah Indonesia.

Beberapa waktu lalu, sejumlah buku yang disinyalir mengandung paham PKI atau komunis, dirazia di beberapa toko buku di Jawa Timur oleh TNI. Begitu pula di toko buku di wilayah Sumatra Barat.

Ryamizard menegaskan, tidak boleh ada lagi paham komunis di Indonesia setelah PKI pada 1965 lalu. Namun ia mensinyalir, kini ada lagi pergerakan-pergerakan komunis yang mulai terdeteksi.

"Kalau mereka tidak berbuat apa-apa, enggak ada masalah. Ini rapat sana, rapat sini. Bukan kita enggak tahu rapat apa. Itu mau apa? Biasa sajalah. Kenapa rapat di tempat makan, kayak serius," ujar Ryamizard di Istana Negara, Jakarta, Kamis (24/1).

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu menjelaskan, paham komunis memang masih ada saat ini di beberapa negara seperti Rusia, China, maupun Korea Utara. Bahkan negara-negara itu berteman baik dengan Indonesia.

Namun ia meminta agar masyarakat Indonesia tidak ada lagi yang suka dengan komunis. Sebab komunisterbukti pernah membuat sejarah kelam di Tanah Air.

Kata Ryamizard, komunis yang ada di Indonesia melalui PKI, sudah tiga kali memberontak yakni pada 1926, 1948, dan 1965. 

"Sudahlah, saya sudah sampaikan kemarin, tidak usah suka komunis. Komunis di Rusia, China, teman semua kok, enggak ada masalah," katanya.

Beredarnya buku-buku komunis, menurutnya, juga sangat membahayakan. Maka, sesuatu yang masih kecil, harus diantisipasi agar tidak membesar.

"Ini masalah dendam. Dendam itu. Ini kita kecilkan lagi, kalau gede susah lagi. Belum lagi paham radikal, sama itu. Saya ngerti, bahaya negara ini," katanya. (vva)


Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Contact Form

Name

Email *

Message *