Sumbar Pertahankan Inflasi Rendah di 2,60 Persen

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan


Sumbar Pertahankan Inflasi Rendah di 2,60 Persen

Rabu, 02 Januari 2019
BPS Sumbar menggelar jumpa pers terkait inflasi di Sumbar selama 2018.

Padang,fajarsumbar.com-
- Selama tahun 2018, tingkat inflasi Sumatera Barat (Sumbar) tercatat rendah, yakni 2,60 persen secara kumulatif. Angka ini masih di bawah capaian inflasi nasional yakni 3,13 persen.

Bila dirinci, indeks harga konsumen untuk Kota Padang secara kumulatif sebesar 2,55 persen dan Kota Bukittinggi 2,99 persen. Rendahnya inflasi di Sumbar terutama disebabkan terjaganya pasokan bahan pangan.

Inflasi tertinggi 2018 terjadi pada Juli 2018, bersamaan dengan periode ramadan dan lebaran. Badan Pusat Statistik (BPS) Sumbar mencatat, inflasi Padang pada Juli 2018 sebesar 0,62 persen. Kota Bukittinggi, lonjakan inflasi tertinggi terjadi pada Oktober 2018 karena kenaikan harga cabai merah.

"Inflasi ini sangat diperlukan kestabilannya dari bulan ke bulan. Jangan sampai inflasi kecil namun bergejolak tinggi. Naik tinggi turun tinggi, itu pengaruhi produsen. Yang diharapkan inflasi rendah dan stabil. Sehingga konsumen dan produsen tidak dirugikan," tutur Kepala BPS Sumbar Sukardi, Rabu (2/1/2019).

Selain itu, sebut Sukardi, banyaknya bencana alam yang terjadi sepanjang Desember 2018 di Sumbar ternyata tidak berimbas secara signifikan terhadap tingkat inflasi. Padahal, sejumlah bencana longsor dan putusnya jembatan penghubung jalur utama Padang-Bukittinggi sempat dikhawatirkan akan menghambat distribusi pangan dan mengerek angka inflasi.

"Putusnya jalur distribusi memang sempat ada pengaruh, tetapi tidak signifikan. Terlihat dari inflasi yang masih stabil rendah. Jalur alternatif juga masih bisa digunakan untuk distribusi," ucapnya. (melati)