Tak Jua Turunkan Harga Tiket Garuda, ASN Sumbar Bakal Beralih Maskapai

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan


Tak Jua Turunkan Harga Tiket Garuda, ASN Sumbar Bakal Beralih Maskapai

Rabu, 23 Januari 2019
Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit 

Padang, fajarsumbar.com -- Masih mahalnya harga tiket pesawat terutama maskapai Garuda Indonesia hingga saat ini, bakal membuat  Aparatur Sipil Negara (ASN) di Sumbar  beralih maskapai. Hal itu lantaran,
standar biaya perjalanan dinas ASN tak mencukupi harga tiket sekarang.

“Contohnya saja, biaya perjalanan dinas Golongan III maksimal Rp2,9 juta pergi-pulang (PP), sedangkan tiket ke Jakarta saja masih berkisaran Rp2 juta. Terus siapa yang mau nombok?," ujar Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit, Rabu (23/1/2019), di Padang.

Menurutnya, alasan ASN menggunakan maskapai Garuda dalam perjalanan dinas, juga sekaligus untuk menolong Garuda sebagai BUMN milik negara. Jadi baginya sangat disayangkan jika semua ASN beralih ke maskapai lain.

Bukan itu saja, kekesalan Gubernur Sumbar ini terhadap maskapai Garuda Indonesia karena jauhnya perbedaan harga tiket ke Padang dibanding ke daerah lain. Akibatnya, sejak naiknya harga tiket jumlah pengguna jasa angkutan udara ke Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman menurun drastis.

“Tanggal 17 Januari lalu dari Jakarta ke Bali 568 ribu, tapi Jakarta ke Padang harga tiketnya 1,7 juta rupiah. Berarti ini Garuda mulai tidak benar nih,” katanya.

Selain itu kata Nasrul, dampak mahalnya harga tiket ini juga bisa mematikan sektor pariwisata yang ada di Sumbar. Padahal menurutnya pertumbuhan dan pengembangan berbagai sektor pariwisata di daerah ini tengah digalakkan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari PT Angkasa Pura II selaku pengelola bandara, akibat naiknya harga tiket jumlah pengguna jasa angkutan udara di BIM Padang Pariaman menurun drastis hingga mencapai 3.000 orang perharinya. (Melati)