SUMBAR

Fajar Terkini

Kota Padang

Wagub Sumbar Minta Percepat Koordinasi Terkait KEK Mandeh

Rapat terkait percepatan KEK Mandeh di Ruang Rapat Wagub Sumbar, Senin (21/1). Melati

Padang, fajarsumbar.com -- Wakil Gubernur (Wagub) Sumatera Barat (Sumbar) Nasrul Abit menilai lambatnya penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandeh di Kabupaten Pesisir Selatan bukan karena terkendala administrasi. Namun,  disebabkan kurangnya koordinasi antara daerah, provinsi dan pusat.

"Kalau koordinasi berjalan dan investor ada, KEK Mandeh sudah bisa ditetapkan 2019," ujar Nasrul usai rapat Kelanjutan KEK Mandeh bersama Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan di Ruang Rapat Wagub, Senin (21/1/2019).

Wagub melihat, selama ini upaya penetapan KEK Mandeh terkesan sendiri-sendiri antara pemerintah kabupaten dan provinsi, sehingga tidak jelas apa yang sepatutnya menjadi prioritas.

"Jika memang ada rencana yang ingin diwujudkan oleh Pemkab Pesisir Selatan seharusnya diusulkan dan dibahas bersama dalam rapat bersama Pemprov Sumbar," ucapnya.

Ke depan ia meminta agar koordinasi itu diperkuat dan pengambil kebijakan bisa ikut dalam rapat yang diadakan agar penetapan KEK Mandeh bisa dipercepat.

Kawasan Mandeh memiliki luas sekitar 18 ribu hektare sehingga sangat memadai untuk dijadikan KEK yang mana membutuhkan syarat minimal 400 hektare dalam satu hamparan. Lokasi yang akan digunakan untuk KEK adalah kawasan Bukik Ameh yang berada dalam kawasan Mandeh. Lokasi itu memiliki luas hamparan sekitar 600 hektare.

Saat ini menurutnya analisa dampak lingkungan (Amdal) kawasan itu belum selesai meski bahan sudah dikirimkan ke Badan Pengkajian Penerapan Teknologi (BPPT). Rencana induk pengembangan KEK Mandeh juga sedang disiapkan oleh Kementerian Pariwisata.

Sementara itu syarat KEK yang sudah dilengkapi yakni perda zonasi sudah ada, tata ruang kabupaten sudah ada serta tata ruang provinsi.

Sejumlah investor lokal disebut telah menyatakan ketertarikannya mengelola KEK Mandeh. Selain itu ada juga investor yang pendukung dananya dari luar negeri, tetapi diminta harus ada patner dalam negeri. (Melati)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *