SUMBAR

Kota Padang

Fajar Terkini

Dampak Gempa Bumi, 11 Warga Solok Selatan Luka-Luka, Puluhan Rumah Rusak


Solok, fajarsumbar.com - Gempa bumi dengan kekuatan 5,6 Skala richter (SR) yang mengguncang Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), Kamis (27/02/2019) pukul 06.27 WIB menyebabkan 11 orang luka ringan.

Data tersebut merupakan laporan sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar pukul 09.00 WIB. Selain 11 orang mengalami luka ringan, sebanyak 36 rumah juga mengalami rusak sedang dan empat rumah rusak berat.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Sumbar Rumainur mengatakan, hingga pagi ini laporan yang masuk baru dari Kecamatan Sangir Balai Janggo.

Kondisi salah satu rumah warga yang rusak sedang akibat gempa magnitudo 5,3 yang mengguncang Solok Selatan, Kamis (27/02/2019) pukul 06.27 WIB.

Rinciannya, 30 rumah mengalami rusak sedang dan satu orang mengalami luka ringan di Nagari Talunan Kecamatan Sangir Balai Janggo.

"Kemudian, empat rumah mengalami rusak berat, enam rumah mengalami rusak sedang dan 10 orang mengalami luka ringan di Nagari Sungai Kunyit," tulis Rumainur melalui pesan singkatnya, Kamis (27/2/2019) seperti dilansir dari Kompas.com.

Saat ini, kata Rumainur, tindakan sementara yang dilakukan adalah membangun posko kesehatan di Sungai Kunyit dan beberapa tim melakukan pertolongan dan peninjauan ke lapangan.

Seperti diberitakan, gempa bumi magnitudo 5,6 mengguncang Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat pada Kamis (27/2/2019) pukul 06.27 WIB.

Berdasarkan rilis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,4 LS dan 101,53 BT.

Tepatnya berlokasi di darat pada jarak 36 km arah timur laut Kota Padang Aro, Kabupaten Solok Selatan, Propinsi Sumatera Barat pada kedalaman 10 km.

Menurut Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, gempa bumi kali ini merupakan jenis gempabumi tektonik kerak dangkal (shallow crustal earthquake).

Gempa tersebut terjadi akibat aktivitas Zona Sesar Sumatera (Sumatera Fault Zone) tepatnya pada pertemuan segmen Suliti-Siulak.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan jenis sesar mendatar (Strike-Slip).

"Menurut informasi dirasakan dari masyarakat, dampak gempabumi dirasakan di daerah Solok Selatan IV MMI, Padang III-IV MMI, Painan dan Padang Panjang II-III MMI, Payakumbuh 50 Kota II MMI, Kepahyang I MMI . Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut," terang Rahmat dalam rilisnya, Kamis (27/2/2019).

Ia juga mengatakan, hingga pukul 06.45 WIB atau 18 menit setelah gempat itu terjadi, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Sekitar 4 jam sebelumnya, gempa magnitudo 4,8 mengguncang Sumbar, tepatnya pukul 01.55 WIB.

Berdasarkan data yang dilansir dari BMKG, pusat gempa berada di darat 19 km barat daya Kabupaten Solok Selatan dengan kedalaman 11 Km. Lokasinya 1.59 LS 101.27 BT 4.8 11 Km.

Tidak berpotensi tsunami
Guncangan gempa Sumbar dirasakan di Solok Selatan, Padang, Painan, Padang Panjang, Muaro Siberut, Mukomuko, Bukittinggi, Payakumbuh, 50 Kota dan Kepahiang. "Gempa tidak berpotensi tsunami," tulis BMKG melalui akun resminya di Twitter, @infoBMKG, Kamis.(*)

sumber: serambinews.com


Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *