SUMBAR

Fajar Terkini

Kota Padang

DPMPTP Padang Pariaman Menjadi Studi Tiru dari Berbagai Daerah

Kepala DPMPTP Hendra Aswara foto bersama rombongan studi tiru dari DPMPTSP dan Naker Kabupaten Solok di Ruang Layanan DPMPTP, Pariaman.

Padang Pariaman, fajarsumbar.com - Geliat dan berbagai Inovasi yang diluncurkan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu dan Perindustrian (DPMPTP) Padang Pariaman, menyebabkan berbagai daerah melakukan Studi Tiru.

Seperti dari Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja Kabupaten Solok yang datang berkunjung baru-baru ini.

Hal itu dikemukakan Kepala DPMPTP Padang Pariaman Hendra Aswara menjawab pertanyaan Fajar Sumbar. Com di Pariaman, Sabtu (9/2). Ia mengakui,  sejak meraih penghargaan telah menjadi Studi Tiru dari teman-teman Daerah lainnya.

Penghargaan yang diperoleh itu diantaranya Peringkat 2 Innovative Government Award 2018 dari Kemendagri RI, Unit Penyelenggara Pelayanan Publik Kategori Sangat Baik dari KemenPAN & RB, Peringkat 1 Kompetisi Pelayanan Prima dan Inovasi Pelayanan Publik dari Gubernur Sumbar.

Kedatangan rombongan studi tiru dari DPMPTSP dan Naker Kabupaten Solok, ujar putera Sungai Geringging itu, sebanyak 4 orang  terdiri dari Kasi Perencanaan Nurhasti Yenni, Kasi Promosi Roza Yulanda Syahril, Kasi Regulasi Refif Syofra dan Yesi Andesta.

Rombongan itu kita terima yang didampingi Kabid Penanaman Modal Jon Eka Putra dan Kabid Perizinan dan Non Perizinan Heri Sugianto.

“Maksud kunjungan untuk sharing informasi inovasi perizinan dan penerapan PP 24 tentang Online Single Submission produk-produk hukum yang berkaitan dengan pelayanan perizinan” ujar Nurhasti dalam pertemuan di Ruang Layanan DPMPTP, Pariaman.

Implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan Berusaha Terintegrasi secara elektronik atau Online Single Submission (OSS) yang sudah dijalankan di Padang Pariaman. Lagi, telah ada inovasi yang diberi nama "Papa Joss" atau Padang Pariaman Jemput OSS. Inovasi yang pertama di Sumatera Barat dan diapresiasi pelaku usaha dalam layanan jemput bola dan konsultasi penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB).

“Padangpariaman sudah lebih dulu dalam penerapan OSS sesuai amanat PP 24 tahun 2018. Bahkan sudah ada inovasi yang diluncurkan”  tambahnya.

Kepala DPMPTP Padang Pariaman, Hendra Aswara menyebutkan, studi tiru dari DPMPTSP dan Naker Kabupaten Solok ini merupakan dijadikan ajang silaturahim dan tentunya saling berbagi pengalaman di Bidang Penanaman Modal dan Perizinan.

“Yang baik disini bisa direplika maupun sebaliknya. Artinya kita saling berkolaborasi untuk layanan prima kepada masyarakat” kata Mantan Kabag Humas itu.

Hendra menjelaskan, pihaknya memang sudah menjalankan program OSS. Bahkan. Ia akui, sudah 816 permohonan izin masuk melalui OSS. Sedangkan yang sudah ditindaklanjuti sebanyak 474 Dokumen.

“Kita lahirkan program yang namanya Papa Joss, pertama di Sumbar. Tujuan kita adalah untuk asistensi pelaksanaan program OSS ini. Jadi, inovasi program kita itu dapat langsung memandu pihak investor atau pelaku usaha dalam pengurusan izin melalui OSS,” ujar Hendra.

Alumni STPDN itu menambahkan, program itu mampu berjalan dengan maksimal lantaran didukung program inovasi yang terkonsep dan manajerial dengan baik. Inovasi Papa Joss, kata Hendra, akan dilombakan pada tahun 2019 untuk Sinovik Kemenpan.

Inovasi yang ada di DPMPTP Padang Pariaman akan direplika oleh DPMPTSP dan Naker Kabupaten Solok. Seperti Ajep Papa (Antar Jemput Perizinan), Sejati (Sehari Jadi Gratis), Panter Darat (Pengaduan terintegrasi dengan Inspektorat), Terasi (Tracking Izin Onlie, Besan Pos (Bekerjasama dengan PT Pos), SINARO (SIstim periziNAn berbasis andROid), dan Tamu Kece (Konsultasi Bisnis Pemula dan Weekend Service).. (saco)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *