Komisi IV DPRD Pessel Bakal Panggil Direktur RSUD M. Zein Terkait Memburuknya Pelayanan

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan


Komisi IV DPRD Pessel Bakal Panggil Direktur RSUD M. Zein Terkait Memburuknya Pelayanan

Rabu, 13 Februari 2019
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pesisir Selatan, Marwan Anas

Pessel, Fajarsumbar.com - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pesisir Selatan bakal memanggil manajemen RSUD M. Zein Painan terkait kualitas pelayanan.

Ketua Komisi IV, Marwan Anas di Painan, Rabu (13/2) menyampaikan, pemanggilan berkaitan dengan buruknya pelayanan pada Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) itu.

"Ya. Pasti kami akan panggil direktur dan jajaran manajemennya. Insya Allah pada Maret. Sesuai dengan jadwal hearing kami di Komisi IV," tegasnya.

Dalam beberapa bulan terakhir memang terjadi penurunan kualitas pelayanan. Bahkan, kualitas pelayanan terkesan mundur dibanding manajemen sebelumnya.

Bahkan, untuk menyediakan dokter spesialis jantung saja tidak bisa. Dari yang sebelumnya ada, kini menjadi tidak ada.

Apalagi ditambah lagi dengan adanya peristiwa salah seorang pasien yang meninggal dunia akibat kekurangan oksigen di ruang HCU.

"Nah, ini saya rasa sangat memalukan. Sementara RSUD M. Zein Painan tercatat sebagai kedua terbaik di Sumatera Barat setelah Payakumbuh," tuturnya.

Menurutnya, jika tidak mampu menambah, paling tidak manajemen RSUD bisa memertahankan dokter yang sudah ada.

Apalagi, RSUD M. Zein merupakakan satu-satunya rumah sakit besar di Pesisir Selatan. Jika harus dirujuk ke Padang, tentu masyarakat butuh biaya yang lebih mahal.

Seharusnya, manajemen sebagai bagian dari pelayanan untuk masyarakat bisa memikirkan hal itu. "Jangan sampai masyarakat terus yang jadi korban," sebutnya.

Seperti diberitakan berbagai media, seorang keluarga pasien mengeluhkan pelayanan di RSUD M. Zein. Ia menduga, orang tuanya, Yasmaneli (55) meninggal akibat kekurangan oksigen.

Tak sampai di situ, Topik (41) salah seorang pasien rawat jalan jantung pun mengeluhkan tidak adanya spesialis jantung di Pesisir Selatan.

Sementara, Kabid Pelayanan RSUD M. Zein, dr. Rayentis mengakui tidak adanya dokter spesialis jantung. Sebab, ia lulus tes CPNS di Bukittinggi.

Sedangkan terkait dengan Yasmeneli, penderita hipertensi ginjal, Direktur RSUD, dr. Sutarman menyebutkan kalau penyakit itu susah sembuhnya. (tsf)