SUMBAR

Fajar Terkini

Kota Padang

Tiket Pesawat Mahal, Penurunan Penumpang di BIM Capai 4.000 Perhari

Wakil Gubernur Sumbar menemui GM Angkasa Pura II BIM, melihat kondisi BIM akibat mahalnya harga tiket pesawat. Melati

Padangpariaman, fajarsumbar.com-- Hingga pertengahan Februari 2019, harga tiket pesawat masih terbilang mahal. Akibatnya, terjadi penurunan jumlah penumpang mencapai 4.000 Perhari di Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

"Biasanya jumlah penumpang kita berkisar 11 ribu setiap harinya. Namun sekarang hanya 7 ribu, dan di akhir pekan sekitar 9 ribu," ucap
Executive General Manager Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Dwi Ananda Wicaksana, Rabu (13/2/2019) di ruang tunggu BIM.

Dwi menuturkan, penurunan lalu lintas penerbangan di BIM semenjak 1 Januari sampai sekarang minus 20 persen. Sementara untuk penumpang minus 30 persen, jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu.

"Pergerakan pesawat biasanya 80 sampai 88 penerbangan, sekarang hanya 60 hingga 70 saja," katanya.

Lanjut Dwi, meskipun terjadi penurunan jumlah penumpang, tetapi tidak mengurangi pelayanan yang diberikan oleh BIM. Begitu juga dengan tempat makan dan minum di BIM, masih buka seperti biasanya.

"Hal ini terjadi hampir diseluruh bandar udara di Indonesia. Paling terbesar di Bandar Udara Soekarno Hatta," ucapnya.

Pihaknya tidak bisa memastikan kondisi seperti ini sampai kapan berakhir. Karena masih sama-sama melihat, sebab baru berjalan satu setengah bulan.

"Kalau dibilang rugi tentu mengalami kerugian. Karena terjadi penurunan jumlah penumpang. Namun untuk persentase saya belum tahu angka pastinya," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit berharap, kondisi ini segera pulih kembali, sehingga sektor perdagangan dan pariwisata kembali bergairah.

"Mahalnya harga tiket dan berbayar garasi membuat pengurangan yang luar biasa. Mulai dari jumlah wisatawan hingga UMKM," katanya.

Nasrul menyebutkan, terjadi penurunan 30 persen jumlah penumpang, dan 40 persen bagi UMKM.

"Harapan kita jangan lama-lama seperti ini, agar BIM kembali ramai," ucapnya. (Melati)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *