SUMBAR

Fajar Terkini

Kota Padang

Angka Golput Diprediksi Bakal Naik


Jakarta, fajarsumbar.com - Jumlah angka golput masyarakat Indonesia di perhelatan Pemilu 2019 diprediksi akan masih sangat tinggi. Hal itu terlihat dari data 3 Pemilu terakhir, yaitu angka golput pada Pemilu 2004 sebesar 23.3 persen, pada 2009 sebanyak 27.45 persen, dan terakhir 2014 naik sebanyak 30.42 persen.

Apabila fenomena itu tetap dibiarkan oleh TKN Jokowi-Ma'ruf untuk merebut hati masyarakat, maka berdasarkan hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, maka paslon nomot urut 01 itu diprediksi bakal menerima kekalahan di ajang pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

Juru Bicara TKN Jokowi-Ma'ruf Amin, Irma Suryani Chaniago menyebut pihaknya akan bekerja keras untuk terus mengkampanyekan Jokowi-ma'ruf ke seluruh penduduk yang berada di pelosok Tanah Air dengan berbasis data yang benar.

Ia berharap, nantinya mereka dapar menyebarluaskan berita positif kepada yang lainnya. "Kita harus bertanggungjawab terhadap Indonesia di masa yang akan datang. Jadi akan mengkampanyekan Jokowi-Maruf berbasis data. Kita selalu bicara by data," kata dia.

Politikus Partai NasDem itu mengimbau kepada seluruh masyarakat di Indonesia untuk datang ke TPS dan mencoblos pasangan calon nomor urut 01. "Jadi masyarakat harus datang untuk menentukan pilihannya supaya jelas mau kemana arahnya negara ini. Kita yakin mampu meyakinkan masyarakat indonesia," ujarnya.

Sebelumya, LSI Denny JA mencoba memprediksi pasangan calon presiden dan wakil presiden mana yang akan dirugikan dengan pemilih yang tidak menggunakan hak pilihnya atau golput pada Pemilu 2019 nanti.

Menggunakan data survei yang dilakukan pada 18-25 Februari 2019 dengan 1200 responden dan margin error 2.9 persen, LSI Denny JA memperkirakan siapa paslon yang dirugikan ataupun yang diuntungkan melalui 6 segmen pemilih, yaitu minoritas, wong cilik, milenial, emak-emak, terpelajar, dan muslim.(*)

sumber: okezone.com

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *