SUMBAR

Kota Padang

Fajar Terkini

Diduga Terlibat Jambret, Atlet Panahan Sumbar Dibekuk Polisi


Padang, fajarsumbar.com - Seorang atlet panahan Febriandi (19) polisi sebuah warung di Cengkeh, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Kamis (28/2) karena diduga terlibat kasus jambret

Kasat Reskrim Polresta Padang, AKP Edriyan Wiguna mengatakan pihaknya menangkap Febriandi dan rekannya Fikri atas dugaan pencurian dengan kekerasan yang dilakukannya pada Rabu (27/2) sekitar pukul 00.30 WIB.

“Awalnya kami mendapatkan laporan pencurian dengan kekerasan atau tepatnya aksi jambret di daerah Simpang Tinju dan kami langsung melakukan penyelidikan,” ujarnya kemarin.

Kemudian pihak kepolisian melacak sepeda motor yang digunakan kedua pelaku saat beraksi dan menemukan keberadaan sepeda motor tersebut di daerah Cengkeh. “Saat kami lakukan penangkapan, kedua pelaku tidak melakukan perlawanan, tetapi mereka tidak mengakui perbuatannya,” lanjutnya.

Kedua pelaku yang tidak mau mengakui perbuatannya terkejut saat pihaknya memperlihatkan barang bukti serta keterangan saksi. “Saat kami memperlihatkan barang bukti dan saksi korban yang sempat melihat wajah serta sepeda motor pelaku, ia tidak bisa mengelak lagi,” lanjutnya.

Pihaknya mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor merek Yamaha Vixion warna merah hitam yang digunakan, satu unit handphone merek Xiaomi S2 warna gold dan satu kotak handphone merk Xiaomi warna gold. “Setelah kami interogasi, kedua pelaku mengaku telah melakukan sebanyak lima kali penjambretan di Kota Padang,” sambungnya.

Akibat perbuatannya kawanan itu dijerat dengan Pasal 365 Jo 363 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.

Sementara Febriandi mengaku menjambret karena tuntutan hidup. “Saya seperti ini sejak orang tua saya meninggal dunia dan saya sangat terpukul,” ujarnya di Mapolresta.Ia melakukan tindakan tersebut untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. “Awalnya saya diajak oleh teman untuk menjambret dan saya sering diajak sebagai pengendara sepeda motor,” lanjutnya.

Lelaki yang pernah berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2016 lalu itu mengaku menjambret di beberapa lokasi di Kota Padang. “Saya menjambret dengan memanfaatkan kelengahan orang yang menggunakan handpone,” sambungnya.

Ia akan mendekati korbannya dan temannya yang berbonceng akan langsung merampas handphone milik korban. “Setelah itu tugas saya hanya melarikan diri dengan menggunakan sepeda motor yang saya kendarai,” katanya.

Pemuda tanggung itu mengaku pernah memiliki prestasi dalam cabang panahan pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov). “Kalau panahan, saya ikut PON pada tahun 2016 dan tidak mendapatkan medali,” lanjutnya.

Ia hanya memperoleh medali perak pada ajang Porprov 2014 sebagai ajang penjaringan atlet untuk diadu di PON. “Pada saat Kejurnas Pra PON saya mendapatkan medali perak, tapi saat PON tidak lagi,” kata Febriandi. (arf)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *