SUMBAR

Fajar Terkini

Kota Padang

Hendrajoni: "Tidak Ada Pekerja Illegal Asal China di Pessel"

Bupati Kabupaten Pesisir Selatan, Hendrajoni

Pessel, Fajarsumbar.com - Bupati Pesisir Selatan, Hendrajoni menegaskan tidak ada pekerja illegal asal China di Nagari Pelangai, Ranah Pesisir, Kabupaten Pesisir Selatan.

Tenaga kerja dari negeri Tirai Bambu itu merupakan tenaga ahli pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

"Jumlahnya hanya 17 orang. Punya izin semua. Soal isu tambang di sana, tidak benar itu," tegasnya pada wartawan di Painan, Sabtu (2/3/2019).

Seperti diketahui, PT Dempo Sumber Energi membangun pembangkit listrik dengan kapasitas lebih dari 13 MW di Pelangai Gadang.

Pada proyek tersebut, perusahaan multi  usaha itu membenamkan investasinya senilai Rp360 miliar. Dalam izin prinsip, target pembangunan selama tiga tahun.

Sebagai bentuk keseriusannya, lanjut bupati, Dempo Sumber Energi telah memiliki kontrak jual beli listrik (PPA) dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Bahkan, perseroan pun telah melakukan peletakkan batu pertama dimulainya tahapan konstruksi pembangkit. "Jadi, isu itu tidak berdasar dan tidak sesuai fakta," tuturnya.

Isu tenaga kerja asing tanpa izin sangat  merugikan daerah. Apalagi ditambah dengan berita tentang dua pekerja asal Tiongkok tersebut meninggal di lokasi proyek.

Sementara, ulasnya, mencari investor yang serius seperti PT Dempo Sumber Energi sangat susah. Karena itu, dirinya bertekad akan turun ke Pelangai guna memastikannya.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Sirdin Masrul menyampaikan pihaknya telah berkoordinasi dengan Kanwil Imigrasi di Padang.

Dari hasil koordinasi, 17 orang tenaga ahli proyek PLTMH Pelngai itu memiliki izin dan telah terdaftar. "Kami pun telah turun langsung ke sana," ujarnya.

Sementar, Maneger Lapangan Dempo, Rudi Wijaya membantah perusahaan melakukan penambangan. Kegiatan yang dilakukan sesuai izin investasi, pembangkit listrik.

Semua prosedur yang ada. Hubungan dengan masyarakat sekitar juga baik. Saat ini, progres pengerjaan proyek baru dua persen.

"Jadi, kami merasa dirugikan dengan pemberitaan itu. Mereka terdaftar dan telah direkomendasikan Disnaker Pesisir Selatan," tutupnya seperti dirilis salah satu media online di Sumbar. (tsf)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *