SUMBAR

Kota Padang

Fajar Terkini

Nasib Kesenian Tradisional di Bukittinggi Memprihatinkan, Pelaku Seni Kehilangan Panggung

Nurdin pelaku seni

Bukittingi, fajarsumbar.com -  Nasib kesenian tradisonal yang ikut menunjang pariwisata di Bukittinggi kini memprihatinkan. Pelaku seni seperti kehilangan panggung dan minta perhatian walikota Bukittinggi ke depan..

Keluhan itu disampaikan salah seorang perintis pendiri sanggar, Nurdin kepada fajarsumbar.com di Bukit Gulai Bancah, Bukittinggi, Senin (11/3). Menurutnya seni apapun akan melekat pada jiwa pelakunya, apapun namanya, seni lukis, pahat, maupun seni tradisional.

Sekarang nasib pelaku kesenian tradisional, yang berupa silat, tari piring injak kaca, maupun tari lain, yang selama ini telah menghibur turis mancanegara di Medan Balinduang, memprihatinkan.

Namun sekarang dengan pesatnya pembangunan untuk mempercantik kota wisata ini, tempat para seniman tradisional (Medan Balinduang)  telah berubah menjadi mushalla, kamar mandi umum yang presentatif.

Hal ini memang sudah  suatu keharusan bagi kota wisata untuk menyediakan fasilitas umum. Tapi setelah dibongkar Medan Balinduang, mereka kehilangan tempat beraktivitas dan pemasukan dari uang penjualan tiket.

Pekerjaan seni, seperti pemain musik, penari tradisional, akan sulit untuk beralih profesi. Jadi hilangnya panggung bagi seniman, berarti mereka juga kehilangan pendapatan.

Labih lanjut kata Nurdin, ada lima grup sanggar di  Bukittingi. Satu sanggar pemusik, penari dan pesilat, dua puluh personil yang kehilangan pendapatan.

Harapannya (Nurdin) kepada H Ramlan Nurmatias (walikota Bukittingi) ,para seniman tradisional yang selama ini telah berpartisipasi mendukung kepariwisataan, sehingga terkenal kemancanegara  juga mendapat perhatian akan nasib mereka. Tuturnya. (gus)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *