SUMBAR

Fajar Terkini

Kota Padang

Rasa Malu Mulai Pudar, ABS-SBK Tinggal Slogan?

PEMBINAAN - Kabag Kesra, Jamilus saat membuka kegiatan pembinaan kelurahan implementasi ABS-SBK di aula Kecamatan Lubuk Kilangan, Rabu (6/3).

Padang, fajarsumbar.com
- Perilaku masyarakat Minangkabau mulai terpengaruh akibat arus globalisasi. Hal itu dapat dilihat dalam gaya hidup masyarakat, khususnya di daerah perkotaan. Ironisnya ada pula terjemurus ke narkoba, prostitusi online dan LGBT, rasa malu mulai hilang.

Cara berpakaian generasi Minang mulai jauh dari Adat Basandi Syarak-Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Seperti, wanita yang berpakaian ala barat, pergaulan bebas dengan lawan jenis maupun sesama jenis, serta sopan santun yang mulai tergerus dan rasa malu yang mulai hilang.

Hal itu diakui Ketua Bundo Kanduang Sumatera Barat, Puti Reno Raudhah Thaib saat menjadi pembicara pada pembinaan kelurahan pengimplementasi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) di aula kantor Camat Lubuk Kilangan, Rabu (6/3).

Raudhah Thaib yang juga ketua tim penilai kelurahan pengimplementasi ABS-SBK di Kota Padang tersebut menyebutkan, ABS-SBK bertujuan untuk memperjelas kembali jati diri Minangkabau sebagai sumber harapan dan kekuatan yang mampu menggerakan ruang lingkup kehidupan.

Penerapan ABS-SBK merupakan kaloborasi antara adat dan agama yang diaplikasikan dalam kehidupan sosial budaya Minangkabau. Hal itu dapat dilakukan dengan pembinaan generasi muda di surau-surau, dan masjid yang ada di setiap keluarahan.

“Kegiatan seperti ini akan melahirkan generasi muda yang memiliki pengetahuan agama, adat, dan falsafah hidup orang minangkabau,” katanya.

Penerapan ABS-SBK dalam kehidupan sehari-hari, dapat mengantisipasi penyakit masyarakat yang sering terjadi belakangan ini. Contohnya saja kenakalan remaja, judi, miras, narkoba, dan pelecehan seksual, lesbian gay biseksual dan transgender (LGBT). Fenomena ini terjadi karena rendahnya pemehaman dan pengamalan ajaran agama, adat dan budaya khususnya generasi muda.

“Kita tidak ingin penerapan ABS-SBK hanya tinggal slogan yang dijual sebagai kearifan lokal, sarana promosi kebudayaan dan pariwisata. ABS-SBK tidak boleh tinggal menjadi kenangan indah,” sebutnya.

Sementara itu, Kabag Kesra Jamilus menyebutkan, pada 2019 ini Pemko melalui Kesra mengadakan pembinaan kelurahan menerapkan ABS-SBK. Masing-masing kecamatan ada dua kelurahan yang diusulkan untuk dibina.

Tahap pertama kelurahan yang dibina Kelurahan Sawahan dan Jati, Kecamatan Padang Timur. Selanjutnya, Rabu (6/3) di Kecamatan Lubuk Kilangan kelurahan yang dibina oleh tim Kelurahan Indarung dan Kelurahan Koto Lalang. Penilaian kelurahan pengimplementasi ABS-SBK dimaksudkan melihat sejauh mana penerapan ABS-SBK pada masyarakat kelurahan.

Seperti yang terlihat dalam keseharian, banyak yang tidak mengerti apa maksud dari filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah. Adapun dalam keseharian ada yang berperilaku sesuai dengan adat, tetapi mengabaikan syarak maupun sebaliknya.

Untuk penilaian tersebut, masing-masing kecamatan mengutus dua kelurahan yang bakal dinilai. Sebelum penilaian diberi pembinaan. Ada beberapa aspek yang bakal dinilai.

Di antaranya kondisi wilayah secara umum, penyelenggaraan agama, penyelenggaraan adat, pembentukan budi pekerti, tau ereng jo gendeang, tau dibayang kato (kato nan ampek), jalan jan di asak dek urang lalu, cupak jan diganti dek urang panggaleh dan beberapa aspek lainnya.

Menuru Jamilus, keberadaan, peranan, pemuka masyarakat, bundo kanduang, majelis taklim, karang taruna dengan pemuda yang disertai PKK kelurahannya. Masjid dan surau sebagai rumah ibadah juga dijadikan tempat bermusyawarah bersama masyarakatnya juga bakal dinilai.

Sebelum penilaian ada tiga tahap yang bakal dilalui. Pertama tahap pembinaan selama 11 hari, tahap presentasi potensi kelurahan dan tahap penilaian ke lapangan yang maju enam terbaik dari 22 kelurahan yang ambil bagian.

"Setelah diberikan pembinaan, selanjutnya masing-masing lurah yang bersangkutan akan mengekpose potensi kelurahannya di hadapan tim. Setelah itu dipilih enam kelurahan yang masuk nominasi," ujarnya.

Setelah ada enam kelurahan yang masuk nominasi, tim akan menilai kelurahan tersebut turun ke lapangan untuk menentukan siapa yang terbaik kelurahan pengimplementasi ABS-SBK pada 2019, sekaligus melihat apakah yang diekpose lurah di hadapan tim sebelumnya benar-benar terbukti di lapangan.(ab)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *