SUMBAR

Fajar Terkini

Kota Padang

Rumah Sakit Unand, Awal Maret Ini Buka Pelayanan Kemoterapi

Rektor Unand, Prof. Tafdil Husni didampingi Direktur RS Unand, Yevri Zulfiqar melakukan pemotongan pita tanda diresmikannya layanan Kemoterapi di RS Unand, Jumat (1/3).

Padang, fajarsumbar.com -  Rumah Sakit (RS) Universitas Andalas (Unand), awal Maret ini membuka pelayanan Kemoterapi. Dengan adanya alat yang sesuai dengan standar internasional ini para penderita kanker tak perlu jauh-jauh berobat ke luar negeri.

Rektor Unand, Prof. Tafdil Husni, Jumat (1/3) usai meluncurkan instalasi Kemoterapi RS Unand di ruang aula manajemen RS tersebut.

"Dengan telah adanya alat Kemoterapi ini, pelayanan RS Unand jelas bertambah. Kita berharap alat ini bisa digunakan secara optimal dan masyarakat pun banyak terbantu," kata Tafdil.

Dengan telah dibukanya pelayanan Kemoterapi ini, penderita kanker pun tidak perlu harus jauh-jauh berobat ke RS luar negeri. Selain menghabiskan devisa, dengan adanya alat ini pasien kanker, khususnya Sumbar, akan terbantu secepatnya.

Satu hal yang ditekankan Tafdil, keberadaan RS Unand ini bukanlah rumah sakit yang hanya melayani mahasiswa ataupun karyawan Unand, namun keberadaan RS Unand ini melayani seluruh masyarakat. "RS Unand adalah untuk pelayanan pengobatan, bukan untuk percobaan,"katanya.

Ia juga mengatakan, selain untuk melayani dan mengobati masyarakat umum, RS Unand juga dihadirkan sebagai sarana pengajaran dan juga penelitian.

Tafdil mengimbau kepada mahasiswanya agar memiliki asuransi, seperti halnya yang sudah diberlakukan di kampus-kampus ternama di Indonesia, misalnya Universitas Indonesia dan Institut Teknologi Bogor.

"Sakit itu datang tiba-tiba, antisipasi harus ada, salah satunya dengan adanya asuransi. Untuk kebaikan mahasiswa, minimal memiliki asuransi BPJS," katanya.

Sementara itu, Direktur RS Unand, Yevri Zulfiqar mengatakan mulai 1 Maret ini telah dibuka pelayanan Kemoterapi di RS Unand. Bukan saja warga Sumbar, namun RS Unand juga siap melayani penderita kanker yang berasal dari Sumatera.

Dengan adanya pelayanan Kemoterapi ini pun juga semakin memudahkan penderita kanker untuk berobat, tanpa harus menunggu antrian yang panjang. "Untuk layanan kemoterapi ini kita fokus dan prioritaskan juga untuk pasien BPJS," katanya.

Selain sudah akreditasi bintang lima dan memiliki tempat nyaman serta pemandangan yang indah, alat Kemoterapi yang ada di RS Unand juga sudah melewati proses standarisasi. Selain itu, baik untuk tempat tidur dan juga proses pencampuran obat juga sesuai standar dan dokter serta perawat yang sudah terlatih.

Di RS Unand pun, kata Yevri, pihaknya konsisten menjadikan RS Unand sebagai rumah sakit yang lengkap dalam hal penanganan penderita kanker. Bukan saja dari tenaga ahli yang ada, namun ketersediaan alat-alat canggih untuk pencegahan dan terapi bagi penderita kanker.

"Di RS Unand saat ini ada sebanyak 53 dokter spesialis untuk penyakit kanker ini. Selain itu juga ada tim onkologi terpadu untuk melakukan pencegahan, terapi dan penyembuhan," sebut Yevri.

Yevri juga mengatakan, dengan telah diraihnya Akreditasi Bintang Lima, maka peningkatan, terutama dalam hal pelayanan, menjadi misi utama RS Unand. Salah satunya adalah dengan menambah waktu pelayanan radioterapi menjadi dua shift. Adapun pelayanan dibuka dari pukul 7 pagi sampai jam 3, kemudian shift kedua pada pukul 3 hingga 10 malam.

"Penambahan shift untuk layanan radioterapi ini untuk memotong jalur antri, sehingga setiap penderita kanker yang datang ke RS Unand bisa cepat mendapatkan pelayanan dan pengobatan tanpa menunggu lama, apalagi pertumbuhan sel kanker juga akan meningkat kalau tak segera dilakukan perawatan. Kita harap pelayanan dua shift untuk radioterapi bisa semakin meningkatkan pelayanan," katanya. (whyu)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *