SUMBAR

Fajar Terkini

Kota Padang

Bawaslu Padang Panjang Petakan TPS Rawan


Padang Panjang, fajarsumbar.com - Ketua Bawaslu Padang Panjang Santina menjelaskan, pihaknya memetakan 147 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang dinilai rawan pada Pemilihan Umum 17 April 2019.

Berdasarkan hasil pemetaan Indek Kerawanan Pemilu (IKP) tersebut, 147 TPS yang dinilai rawan, 129 kategori rawan 1, sedangkan kategori rawan 2 berjumlah 18 TPS. 

Rawan yang dibagi kedalam tiga kategori kerawanan yaitu rawan 1, rawan 2 dan rawan 3. Rawan 1 artinya sebuah TPS yang dipetakan punya 1-2 indikator. 

Rawan 2 artinya TPS yang dipetakan punya 3-5 indikator, dan Rawan 3 yaitu TPS yang dipetakan mempunyai 6-10 indikator.

Dari hasil pemetaan maka didapat Indeks Kerawanan Pemilu (IKP),ini sebagai peringatan bagi penyelenggara pemilu agar bekerja dengan maksimal.

Hal ini disampaikan Santina pada Rapat Dalam Kantor ( RDK) Bawaslu Padang Panjang dengan jajaran Pemerintah Daerah, TNI dan Polri di Kantor Bawaslu setempat, Minggu (15/4).

Pemetaan TPS rawan tersebut kata Santina, dilakukan oleh jajaran Bawaslu Kota Padang Panjang dengan Panwascam, Panwaskel dan Pengawas TPS.

Dikatakan Santina ,Bawaslu perlu menyusun instrumen yang digunakan sebagai standar dalam menyusun peta TPS rawan. 

Instrumen penyusunan peta TPS rawan ini disusun sebagai panduan bagi jajaran pengawas  pemilu dalam melakukan identifikasi TPS rawan dalam Pemilihan Umum Tahun 2019.

Ditambahkan Santina, TPS rawan bertujuan untuk pemetaan kerawanan sebagai langkah pencegahan untuk mengantisipasi terjadinya potensi pelanggaran di hari pemungutan dan perhitungan suara.

Kemudian mennyediakan data analisis berbasis TPS untuk menyusun strategi pencegahan dugaan pelanggaran pemilihan di tahapan pemungutan dan penghitungan suara.

"selanjutnya mengukur tingkat pengetahuan dan kesiapan pengawas TPS dalam melaksanakan pengawasan pemungutan dan perhitungan suara, Ujar Santina didampingi Darusman Hendra dan Jhoni Aulia.

Santina mengakui, pihaknya sudah menyiapkan personel untuk TPS yang dinilai rawan.Jumlah personel pengawasan sesuai dengan jumlah TPS di seluruh Kota Padang Panjang mencapai 177 orang.

Guna memaksimalkan pengawasan,Bawaslu Padang Panjang telah memberikan memberikan pelatihan untuk peningkatan kapasitas pengawasan,dan telah menggelar Apel Gabungan Patroli Pengawasan Anti Politik Uang.

Koordinator Divisi Hukum, Penindakan dan Pelanggaran Bawaslu Padang Panjang Darusman Hendra menambahkan, TPS rawan tersebut ditentukan berdasarkan dari empat variabel dan 10 indikator.

Empat variabel itu antara lain penggunaan hak pilih atau hilangnya hak pilih, kampanye, netralitas, dan pemungutan suara.

Kemudian 10 indikator itu di antaranya pemilih DPTb dalam sebuah TPS, pemilih DPK, TPS dekat rumah sakit, TPS dekat perguruan tinggi, TPS dekat lembaga lain.

Dari aspek variabel kampanye akan terjadinya money politics di TPS,larangan kampanye menghina atau SARA di TPS.

"Netralitas ini terkait dengan petugas KPPS, pada pelaksanaan ada indikator TPS berada di dekat posko, rumah timses, atau peserta pemilu dan logistik," kata Darusman Hendra.(adek)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *