SUMBAR

Kota Padang

Fajar Terkini

Berkarung-karung Surat Suara Tercoblos Ditemukan di Malaysia

Inilah sebagian surat surat yang tercoblos. (detik.com)

Malaysia, fajarsumbar.com - Berkarung-karung surat suara yang sudah tercoblos ditemukan di Selangor, Malaysia. Dalam beberapa saat saja, temuan itu menjadi viral, baik video maupun foto-fotonya. Bahkan, stasiun televisi melakukan siaran langsung dari Malaysia terkait ini.

Temuan tersebut berawal dari aduan relawan PADI (Prabowo-Sandi). Relawan bernama Parlaungan menginformasikan temuan surat suara tercoblos ke Panwaslu Kuala Lumpur.

Ketua Panwaslu Kuala Lumpur, Yaza Azzahara Ulyana, lewat keterangan tertulis memaparkan kronologi penggerebekan surat suara tercoblos pada Kamis (11/4). “Pukul 12.48, Ketua Panwaslu Kuala Lumpur, Yaza Azzahara Ulyana menerima aduan dari seorang relawan Sekber Satgas BPN PADI Malaysia, yang bernama Parlaungan melalui pesan WhatsApp, bahwa ada dugaan penyelundupan surat suara yang dilakukan oleh oknum tertentu,” kata Yaza lewat keterangan tertulis yang diterima wartawan.

Dari laporan itu, Yaza bersama seorang anggota Panwaslu Kuala Lumpur, Rizki Israeni Nur sekitar pukul 13.00 waktu setempat, mendatangi lokasi temuan surat suara tercoblos di Taman Universiti Sungai Tangkas Bangi 43000 Kajang, Selangor.

“Tempat tersebut merupakan sebuah lot toko yang sudah dipenuhi dengan surat suara yang berada di dalam bag diplomatik sebanyak kurang lebih 20 buah, 10 kantong plastik hitam dan kurang lebih 5 karung goni berwarna putih dengan tulisan Pos Malaysia,” papar Yaza dikutip detikcom.

Diperkirakan jumlah surat suara di lokasi pertama itu sekitar 10-20 ribu. Saat dibuka, beberapa surat suara Pilpres telah dicoblos untuk pasangan calon nomor urut 01. Sedangkan surat suara Pileg ada yang sudah tercoblos untuk caleg NasDem DPR nomor urut 03. 

Sekitar pukul 14.30, Panwaslu Kuala Lumpur menerima informasi tambahan dari anggota Satgas BPN PADI soal lokasi lain yang jadi gudang penyimpanan surat suara Pos. 

Surat suara itu ditemukan pada salah satu rumah di kawasan Bandar Baru Bangi, Selangor. Di lokasi ini, Panwaslu menemukan 158 karung berisi surat suara. 
Surat suara yang dicoblos yakni capres nomor urut 0
1. Untuk surat suara legislatif, surat suara yang dicoblos untuk caleg DKI dapil 2 NasDem nomor urut 02 dan surat suara caleg Demokrat nomor urut 03. 

Komisioner KPU ke Malaysia 
Terkait temuan tersebut, Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengutus dua komisionernya, Hasyim Asyari dan Ilham Saputra untuk mengecek langsung ke Selangor, Malaysia. Alasannya, KPU belum mendapatkan informasi lengkap.

“Sebenarnya kita juga sudah mendapatkan informasi, tetapi kami memandang informasi ini belum cukup, sehingga kami perlu melalui rapat pleno menugaskan Pak Hasyim Asyari dan Pak Ilham untuk datang ke Malaysia secara langsung,” kata komisioner KPU Wahyu Setiawan kepada wartawan di kantor KPU, Jl. Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (11/4).

Wahyu mengatakan KPU memerlukan informasi/data yang akurat dan lengkap untuk menindaklanjuti temuan surat suara tercoblos. Hingga saat ini belum ada data mengenai jumlah surat suara pileg dan pilpres yang tercoblos, termasuk jumlah kantong plastik hitam tempat menyimpan surat suara. 

Selain itu, KPU ingin memastikan tempat penyimpanan surat suara untuk Pemilu 2019 di Malaysia. Sebab, dalam video yang beredar, surat suara tercoblos ditemukan di ruko.

“Maka informasi penting di Malaysia kita ingin mendapatkan informasi sebenarnya PPLN itu menyimpan surat suara itu di mana? Apakah di kantor perwakilan? Apakah kantor perwakilan dan menyewa suatu tempat atau semua di kantor perwakilan lah dari pertanyaan ini saja akan terurai sebenarnya bagaimana substansi video itu,” sambung Wahyu.

Secara prosedur, surat suara, menurut Wahyu, harus disimpan di tempat aman, seperti kantor perwakilan atau menyewa gudang.  “Karena ada prosedur, harus disimpan di tempat-tempat yang standar pengamanannya jelas,” kata Wahyu. 

Ungkap aktor intelektualnya
Direktur Ekesekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem), Titi Anggraini, mendorong Bawaslu gerak cepat dalam menyelidiki surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia. Kerja cepat itu diperlukan agar isu yang berkembang di masyarakat tak semakin liar. 

“Tetapi pada saat yang sama Bawaslu harus bekerja dengan cepat, terbuka, terukur dan akuntabel. Sehingga isu yang beredar tidak menjadi liar, masyarakat bisa mendapatkan isu yang didapatkan tidak makin liar, dan ma syarakat dapat segera kepastian hu kum tentang apa yang sesungguhnya terjadi,” ujar Titi, di Mie Aceh Seulawah, Jl. Cilosari, Cikini, Jakarta, Kamis (11/4).

Titi juga meminta Bawaslu mengusut tuntas aktor intelektual di balik tercoblosnya surat suara di Malaysia tersebut. Menurut Titi, semua yang terlibat dalam kasus ini harus diproses hukum. 

“Jadi kami meminta Bawaslu membongkar kasus ini sampai ke aktor intelektualnya. Siapa yang sesungguhnya berada di dalam perkara ini, menemukan dan proses hukum orang-orang yang terlibat sampai kepada aktor intelektualnya,” kata Titi.

Titi mengingatkan masa pencoblosan pemilu 2019 sudah semakin dekat. Bagi Titi, kerja cepat dan terbuka dari Bawaslu ini akan membantu meningkatkan kepercayaan publik terhadap proses demokrasi lima tahunan ini.

“Tetapi sekali lagi karena pemilu kita sudah semakin dekat, kompetisinya sangat sengit di tengah polarisasi. Kerja Bawaslu yang cepat, terbuka, transparan dan akutanbel itu akan membantu kepercayaan publik terhadap pemilu itu sendiri bahwa akhirnya ini bisa menetralisir tidak membuat isunya menjadi liar,” imbuhnya. (*)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *