Jangan Golput, Pilihlah yang Terbaik, Sumbar Aman, Damai

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Jangan Golput, Pilihlah yang Terbaik, Sumbar Aman, Damai

Jumat, 05 April 2019
Kakor Binmas Baharkam Polri, Irjen Pol. Herry Wibowo, Kombes dr. Rusdianto 
bercerita dengan seorang warga kurang mampu, Kamis (4/4). (Foto gepe)

Padang, fajarsumbar.com - Golongan putih (golput) atau tidak memilih pada pemilihan umum (pemilu) 2014 cukup tinggi. Pada Pemilu 2019 ini, golput tidak boleh lagi terjadi. Agar masyarakat menggunakan hal pilihnya pada Pemilu 2019, sosialisasi terus dilakukan, salah satunya dilakukan oleh kepolisian.

"Pada 2014 data yang kami peroleh dari KPU dan Bawaslu sekitar 30 persen golput, itu cukup besar," kata Kakor Binmas Baharkam Polri, Irjen Pol Herry Wibowo, usai bakti sosial kesehatan di Pasir Jambak, Koto Tangah, Padang, Kamis (4/4).

Jenderal Herry datang ke Padang bersama tim, yakni Direktur Bin Potmas, Brigjen Syaiful, Kabag Anev Kor Binmas, Kombes Ricky, Kombes dr. Rusdianto, serta pamen lainnya. Di Padang disambut, Wakapolda, Brigjen Damisnur, Direktur Binmas, Kombes Nasrun Fahmi serta PJU lainnya.

Dikatakan, jika jumlah golput tersebut bertambah banyak, akan berdampak kepada kualitas pemilihan umum. Ia mengajak seluruh masyarakat Indonesia, termasuk di Sumbar agar menggunakan hak pilihnya.

"Sekarang kita khawatirnya yang 30 persen itu nanti akan diikuti swing voters yang millennial itu ketika orang tuanya tidak menggunakan hak suaranya kemudian dia berpergian, kebetulan ini musim libur," ujar Herry.

Jenderal bintang dua itu mengharapkan tokoh masyarakat Sumbar, tetua adat untuk mengajak seluruh masyarakat, kemenakan agar memilih pilihan yang sesuai dengan hati nurani.

"Tanggal 17 April tinggal beberapa hari lagi. Semua yang punya hak coblos datang ke TPS. Pilihlah yang terbaik, ini akan berdampak pada hasil dan kualitas dari pemilu," katanya.

Dikatakan, sosialisasi terus disampaikan kepada masyarakat, agar mereka hadir dan bisa mengerti pentingnya kehadiran mereka di TPS untuk memberikan pilihan pada pemilu 17 April 2019.

"Pilih lah pimpinan yang paling baik, yang paling amanah. Memilih tidak ada paksaan dan tidak ada intimidasi. Jangan sebarkan informasi hoaks, karena itu bisa pidana," ungkap Herry.

Herry menjamin, masyarakat yang akan menggunakan hak pilihnya, keamanannya dijamin oleh TNI-Polri. Masyarakat tidak perlu takut, karena jaminan itu juga tertuang dalam undang-undang. TNI-Polri pun netral pada pemilu ini.

"Kita sudah kerjasama dengan TNI, ada MoUnya, bahwa kita mengamankan warga masyarakat yang akan menggunakan hak suaranya. Jadi, tidak perlu takut, khawatir, karena memang dijamin oleh undang-undang dan kita akan mengamankan," ujar Herry.

Sementara itu, Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Damisnur mengatakan sampai H-12 (kemarin-red), tahapan pemungutan suara pemilu 2019, kondisi Sumbar aman, damai dan sejuk.

"Secara aksi dan reaksi masyarakat Sumbar tidak terprovokasi atas dinamika kontestasi politik di tanah air yang semakin memanas," ujar Damisnur, membacakan sambutan Kapolda Sumbar Irjen Pol Fakhrizal. 

Damisnur menyakini, bahwa semua masyarakat di Sumbar siap mensukseskan Pemilu 2019  dengan pergi ke TPS-TPS yang telah ditetapkan untuk menyampaikan hak pilihnya.

"Setelah itu apapun keputusan hasil pelaksanaan Pemilu 2019 dan siapapun yang memimpin negara ini Insya Allah masyarakat Sumbar akan mendukung tanpa menimbulkan permasalahan. Kamtibams tetap terjaga, aman tertib dan badunsanak,"kata jenderal bintang satu itu. (gepe)