SUMBAR

Kota Padang

Fajar Terkini

Ketua KPU Kota Pariaman Dipecat


Pariaman, fajarsumbar.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Pariaman, Abrar Azis, mendapat sanksi dari Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) karena bertemu dan makan malam dengan Koordinator Juru Bicara BPN Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak. Abrar dipecat dari jabatannya.

Abrar dinilai melanggar etik, sehingga dicopot dari jabatan sebagai ketua KPU Pariaman. Putusan terkait perkara yang menjerat Abrar dibacakan dalam sidang pleno DKPP, Rabu (10/4).

“Menjatuhkan sanksi peringatan keras dan pemberhentian tetap dari jabatan ketua kepada teradu Abrar Azis selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Pariaman, terhitung sejak dibacakannya putusan tersebut,” tulis putusan sidang DKPP yang dilihat detikcom dari laman resmi dkpp.go.id.

Ada empat poin dalam putusan sidang yang dipimpin langsung Ketua DKPP Harjono tersebut. Pertama, mengabulkan pengaduan pengadu untuk sebagian. Kedua, menjatuhkan sanksi peringatan keras dan pemberhentian tetap dari jabatan ketua kepada teradu Abrar Azis selaku Ketua Komisi Pemilihan Umum Kota Pariaman, terhitung sejak dibacakannya putusan tersebut.

Ketiga, memerintahkan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia untuk melaksanakan Putusan dimaksud paling lama 7 hari sejak dibacakan. Yang keempat, memerintahkan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia untuk mengawasi pelaksanaan putusan tersebut.

Sebagaimana diwartakan detikcom, Abrar diadukan ke DKPP oleh April Adet, setelah sebuah foto pertemuannya dengan Dahnil beredar luas di sosial media. Pertemuan Abrar-Dahnil berlangsung di 22 Januari 2019 lalu di salah satu rumah makan di Kota Pariaman, saat Dahnil melakukan kunjungan ke daerah itu, sekaligus melantik kepengurusan Pemuda Muhammadiyah. 

Abrar menjalani sidang di Bawaslu Sumbar pada Jumat (29/3) yang dipimpin anggota DKPP Teguh Prasetio.

Kepada majelis hakim, Abrar mengakui pertemuan tersebut. Namun ia menegaskan tidak ada pembahasan mengenai Pemilu, karena pertemuan itu terjadi secara spontan antara sahabat, atas dasar hubungan persahabatan yang terjalin sejak lama.

BPN: Berlebihan
Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno menilai pemecatan Ketua KPU Pariaman, Abrar Azis berlebihan. BPN menyebut alasan pemecatan Abrar tidak masuk akal.

“Saya pikir terlalu berlebihan menjatuhkan sanksi pemecatan. Karena pemecatankan sudah pelanggaran sangat berat. Sementara kalau mereka mau melakukan konspirasi, ya, tentu tidak dilakukan terang-terangan di rumah makan,” kata Direktur Advokasi dan Hukum BPN Sufmi Dasco Ahmad kepada wartawan, Rabu (10/4).

Dasco mengatakan Dahnil dan Abrar bersahabat sejak lama, jauh sebelum Pemilu 2019. Lagi pula, menurut dia, keputusan KPU tidak bisa diputuskan Abrar seorang diri. 

“KPU itu kan kolektif kolegial. Meski Ketua KPU teman Pak Dahnil, dia tidak bisa mengambil keputusan sendiri dalam soal pileg dan pilpres,” ujarnya.

Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Dahnil Anzar Simanjuntak, angkat suara soal pertemuan dengan Ketua KPU Kota Pariaman, Abrar Azis. Dahnil mengaku bertemu dengan Abrar setelah mengisi ceramah di Pasaman Barat.

“Abrar Azis adalah junior saya di Pemuda Muhammadiyah. Tahu saya mampir di Pariaman, dia datang ikut menyapa saya dan bergabung di rumah makan, dan saat itu saya justru lebih banyak berinteraksi dengan warga di rumah makan yang mengenali saya, melayani foto, dan lain-lain,” kata Dahnil lewat pesan singkat, Sabtu (30/3) lalu.

Dahnil mengatakan dirinya dan Abrar singgah di salah satu rumah makan di Pariaman setelah mengisi pengajian Muhammadiyah di Pasaman Barat. Saat itu dia diantar pengurus Muhammadiyah dan Pemuda Muhammadiyah Pasaman Barat menuju bandara.

Dia mengatakan kedatangan Abrar datang menemuinya di Pariaman merupakan adab senior-junior. Dia mengatakan dalam pertemuan itu mereka hanya bersilaturahmi. 

“Dan saya kira itu adab sopan santun yang elok karena dia tahu saya seniornya dan kebetulan mampir di kota tempat dia tinggal, ya dia menghampiri dan bersilahturahmi dan itu di ruang publik, yakni rumah makan yang ramai,” kata Dahnil.

Sebelumnya, Abrar menegaskan pertemuannya dengan Dahnil terjadi spontan. Seusai sidang, Abrar mengaku pasrah atas apa pun vonis yang akan keluar nantinya. 

Ia mengaku hanya bertemu untuk menjaga etika persahabatan, tanpa sedikit pun membicarakan urusan politik.

“Pertemuan spontan. Saya tahu bahwa Bang Dahnil ada di Pariaman hari itu setelah mengisi acara di Milad (Muhammadiyah) di Pasaman. Jadi saya ditelepon teman-teman Muhammadiyah. Spontan saja, karena saya sudah berteman lama dengan Dahnil. Jadi kami makan. Hampir tak ada yang serius dibicarakan, karena Dahnil sibuk mengurusi fans-fans-nya. Berfoto, berbincang. Dengan saya dan teman yang lain tak banyak yang dibicarakan,” kata Abrar. 

Ikhlas
Abrar Aziz mengaku ikhlas menanggapi hasil putusan DKPP RI terhadap pencopotan dirinya dari jabatan Ketua KPU Pariaman.

Meski dicopot dari jabatan Ketua KPU, Abrar Aziz masih bisa bernapas lega. Pasalnya putusan DKPP RI dengan nomor 49-PKE-DKPP/III/2019 itu masih menyatakan Abrar sebagai komisioner KPU Kota Pariaman periode 2018-2023. 

“Saya sudah mendengar putusan itu, tapi saya belum menerima salinan aslinya. Palingan nanti akan menerimanya,” ujarnya kepada covesia.com di salah satu hotel di Pariaman.

Menurutnya, hasil putusan tersebut tidak akan mengganggu kinerja dari jajaran KPU Pariaman dalam proses persiapan menghadapi pemilihan umum 17 April 2019.

“Saya sudah koordinasi dengan empat komisioner lainnya terkait putusan ini. Kami akan komit dengan putusan yang telah dihasilkan tersebut,” tambahnya.
Menurut Abrar, proses penggantian posisi Ketua KPU Kota Pariaman akan dilakukan setelah dirinya menerima salinan putusan dari DKPP RI tersebut. 

“Setelah menerima salinan dan instruksi dari KPU RI dan KPU Provinsi baru kami lakukan penggantian. Yang pentingkan dalam tujuh hari kerja,” tuturnya. (*)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *