KPPS Gunuang Sariak, Padang Keluhkan Honor

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan


KPPS Gunuang Sariak, Padang Keluhkan Honor

Jumat, 19 April 2019

Padang, fajarsumbar.com -
Sejumlah Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Kelurahan Gunung Sarik, Kecamatan Kuranji, mengaku mengeluh dengan honor KPPS yang tidak sebanding dengan tugas dan tanggungjawab yang besar.

Bak pepatah Minang, rumah sudah tukang dibunuh. Lengkap sudah penderitaan yang dialami petugas KPPS. Demi tugas dan pengabdian, mereka tidak tidur selama dua hari berturut-turut.

"Kalau dari semula saya tahu honor KPPS seperti ini, mungkin saya tak ikut. Berat ditugas, kecil dihonor, apalagi pemilu tahun ini lima pemilihan dilakukan, yakni presiden/wakil presiden, DPD, DPR RI, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota," ujar Yefsi Hartati, KPPS dari Kelurahan Gunung Sarik kepada Singgalang di Padang, kemarin.

Hal senada juga dikemukakan Asril, KPPS lainnya. Honor untuk ketua KPPS senilai limaratus ribu rupiah, anggota sebesar limaratus ribu rupiah dan anggota Linmas empat ratus ribu rupiah, tersebut, mesti dikaji kembali.

Bila perlu, KPU menambahkan honor tambahan, mengingat beban kerja yang begitu berat. Tugas dan kerja petugas KPPS bukan dihari H saja, setidaknya ada lima hari kerja, sejak dari proses awal hingga akhir.

Anggota PPS Kelurahan Gunung Sarik, Syafrizal membenarkan, kalau KPPS mengeluhkan kondisi honor petugas yang tidak sebanding dengan tugas serta tanggungjawabnya.

"Banyak yang berkeluh. Bila seperti ini tidak ikut saja lagi. Untuk itu, KPU perlu menyikapinya. Kalau bisa mencarikan solusi sebagai honor tambahan," tegasnya lagi. (yaz)