SUMBAR

Fajar Terkini

Kota Padang

Nyoblos Setelah Jam 1 Siang Masih Bisa, Ini Syaratnya


Jakarta, fajarsumbar.com - Mendekati hari pemungutan suara dalam pemilihan umum serentak, baik Pilpres dan Pileg 2019, kita sebagai masyarakat yang memiliki hak suara perlu mengetahui hal-hal teknis pencoblosan. Satu hal terpenting adalah waktu yang diperbolehkan bagi pemilih untuk memberikan suara.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) sudah menetapkan bahwa waktu memilih di Tempat Pemungutan Suara (TPS) adalah pada jam 7.00 hingga 13.00 waktu setempat. Namun, pemilih masih bisa mencoblos setelah lewat pukul 13.00 dengan kondisi tertentu.

Berdasarkan Ayat 1 dan 2 Pasal 46 Peraturan KPU Nomor 9 Tahun 2019 yang menjelaskan teknis pemungutan dan penghitungan suara dalam pemilu, ada dua syarat yang memperbolehkan pemilih mencoblos setelah pukul 13.00 waktu setempat.

Syarat pertama, pemilih sedang menunggu gilirannya untuk memberikan suara dan telah dicatat kehadirannya dalam formulir Model C7.PT-KPU, Model C7.DPTb-KPU dan Model C7.DPK-KPU. Kedua, pemilih telah hadir dan sedang dalam antrean untuk mencatatkan kehadirannya dalam formulir Model C7.PT-KPU, Model C7.DPTb-KPU dan Model C7.DPK-KPU.

Bila waktu sudah menunjukkan pukul 13.00 waktu setempat, ketua KPPS akan mengumumkan pemilih yang diperbolehkan memberikan suara sesuai dengan syarat tersebut. Setelah seluruh pemilih selesai memberikan suara, ketua KPPS mengumumkan kepada yang hadir di TPS bahwa pemungutan suara telah selesai dan akan segera dilanjutkan dengan rapat penghitungan suara di TPS.

Pemilih, terutama yang masuk dalam Daftar Pemilih Khusus (DPK), wajib memperhatikan ketentuan waktu pencoblosan ini yang durasinya hanya satu jam, yakni pukul 12.00-13.00 waktu setempat. Pemilih dalam DPK sebenarnya memiliki hak pilih tetapi belum terdata di Daftar Pemilih Tetap (DPT) dan masih bisa mencoblos, dengan syarat membawa KTP elektronik. Akan tetapi, kondisi ini masih tergantung dengan ketersediaan surat suara di TPS setempat.

Kita sebagai pemilih juga tidak perlu takut untuk membela hak pilih kita, jika kita sudah sesuai syarat dan aturan. Kepolisian Republik Indonesia (Polri) juga siap untuk menjaga agar pemilu kali ini berlangsung damai, jujur, adil dan tentunya sesuai aturan. Polri dan TNI diminta mewaspadai kecurangan dan gangguan menjelang pencoblosan nanti.

"Jam 13.00 tutup, itu tidak benar. Yang benar, jam 13.00 sudah tidak boleh daftar lagi. Jam 13.00 kalau sudah daftar tapi belum sempat nyoblos, masih boleh diteruskan. Kalau jam 13.00 Ketua KPPS bilang tutup tapi masih banyak yang antre bagaimana? Boleh lanjut," tegas Kapolri Tito Karnavian ketika memberikan arahan kepada bawahannya sebagaimana dikutip detik.com.

Nah, kalau sudah mengetahui soal waktu pencoblosan ini, ayo kita gunakan suara kita sebaik-baiknya dengan datang ke TPS pada 17 April 2019 di jam yang telah ditentukan. Jangan golput ya!

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *