SUMBAR

Kota Padang

Fajar Terkini

Pantau Stok dan Hindari Kecurangan, Seluruh SPBU Pertaminan Didigitalisasi

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar didampingi Bupati Hendrajoni dan Sekda Erizon ketika berkunjung ke Painan, Kabupaten Pesisir Selatan

Pessel, Fajarsumbar.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina sudah didigitalisasi.

Wakil Menteri ESDM, Arcandra Tahar mengungkapkan, program digitalisasi dilakukan secara bertahap. Untuk tahun ini, bakal diterapkan pada 5.518 SPBU Pertamina.

"Itu nozzlenya ada semacam chip nanti di dalamnya. Tak hanya SPBU, tapi juga tanki pengangkut BBM itu," ungkap dia pada wartawan saat rapat koordinasi pemerintah daerah di Painan, Sabtu (6/4).

Acara yang dihadiri Bupati Hendrajoni, Sekda Erizon Kepala Perangkat Daerah, camat, walinagari dan Forkompinda itu sekaligus sosialisasi capaian kinerja Kementerian ESDM.

Kunjungan tersebut juga dalam rangka peningkatan wawasan kebangsaan dan pemanfaatan potensi energi dan sumber daya mineral.

Program digitalisasi, lanjut Archandra, guna memudahkan pemerintah dalam memantau dan mengawal penyaluran BBM khusus penugasan (premium).

Proses distribusi dapat terekam dengan akurat di dalam sistem. Meningkatkan transparansi dan keakuratan data pasokan dan konsumsi BBM tiap SPBU.

"Tak hanya itu, berkat data yang realtime, kepastian stok pun akan bisa dikelola lebih baik dan efisien," jelas Arcandra.

Digitalisasi SPBU juga meningkatkan pelayanan Pertamina pada konsumen. Penghitungan pendapatan penjualan BBM di setiap SPBU juga lebih cepat dan akurat.

Selain itu, dapat menjamin tidak ada kecurangan dalam penyaluran BBM. Melalui sistem digital, pengawasan stok dan distribusi BBM diyakini dapat lebih efektif.

Pada kesempatan itu dirinya juga menyampaikan jangan ada lagi antrean premium di SPBU. Ia mengaskan, jika melihat antrean panjang masyarakat bisa melaporkan pada kementerian.

"Tolong foto SPBU mana. Premium harus tersedia di tiap SPBU. Tapi ingat, jangan sampai ada yang beli pakai jeriken dan kemudian cari untung pribadi," tegas Arcandra. (tsf)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *