SUMBAR

Kota Padang

Fajar Terkini

Pemilu Malaysia Diulang, di Sydney Buka Susulan

Suasana simulasi pemungutan suara di taman Suropati, Jakarta, Rabu 20/4. Acara yang diselenggarakan
Panita KPU ini bekerja sama dengan pihak panitia TPS di Taman Suropati.(dtc)

Jakarta, fajarsumbar.com - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) merekomendasikan dilakukan pemungutan suara ulang (PSU) di Kuala Lumpur, Malaysia, dan pemungutan suara lanjutan Sydney, Australia.

Rekomendasi disampaikan untuk memenuhi hak pilih warga negara Indonesia (WNI) dan menjaga integritas proses penyelenggaraan Pemilu 2019 di kedua daerah perwakilan tersebut.

Bawaslu memerintahkan Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpur melalui Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk melakukan PSU bagi pemilih Kuala Lumpur melalui metode pos. 

"Jumlah pemilih terdaftar melalui metode itu sebanyak 319.293 pemilih," jelas Bawaslu melalui keterangan resmi yang diterima di CNBC Indonesia, Rabu (17/4/2019).

Terhadap dua Anggota PPLN Kuala Lumpur, yaitu Krishna KU Hannan dan Djadjuk Natsir, Bawaslu merekomendasikan agar keduanya diberhentikan.

Rekomendasi diterbitkan atas dasar kesimpulan, pemungutan suara Pemilu 2019 melalui metode pos di Kuala Lumpur tidak sepenuhnya sesuai dengan prosedur, tata cara, atau mekanisme yang diatur dalam undang-undang.

Pemilu Malaysia Diulang, di Sydney Buka SusulanFoto: Suasana simulasi pemungutan suara di taman Suropati, Jakarta, Rabu 20/4. Acara yang diselenggarakan Panita KPU ini bekerja sama dengan pihak panitia TPS di Taman Suropati. (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Hal itu menyebabkan penemuan surat suara Pemilu yang sah diduga telah tercoblos bukan oleh pemilih yang sah dan belum tercoblos oleh pemilih yang sah di Taman University SG Tangkas 43.000 Kajang dan di Bandar Baru Wangi, Selangor, Malaysia.

Sebagian surat suara Pemilu 2019 yang telah masuk di PPLN Kuala Lumpur, Malaysia diyakini tidak sesuai dengan asas langsung, bebas, rahasia, jujur, dan adil. 

"Dengan demikian, PPLN Kuala Lumpur terbukti secara sah dan meyakinkan tidak melaksanakan tugas secara objektif, transparan dan profesional dalam penyelenggaraan Pemilu 2019," tulis penjelasan Bawaslu.

Selain kepada PPLN Malaysia, Bawaslu juga menyampaikan rekomendasi kepada PPLN Sydney melalui KPU untuk melakukan pemungutan suara lanjutan di TPS bagi pemilih sudah terdaftar dalam DPT, DPTB, serta DPK. 

Pemilih yang diberi hak memilih adalah pemilih yang telah berada dalam antrian namun belum dapat menggunakan hak pilih karena TPS ditutup PPLN.

Sebelumnya, Bawaslu menyimpulkan bahwa telah terjadi penutupan TPS pada pukul 18.00 waktu Sydney. Hal itu menyebabkan sejumlah pemilih tidak dapat menggunakan hak pilih sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan pemilu. 

Penutupan TPS tersebut diyakini tidak sesuai dengan asas umum dan adil dalam penyelenggaraan Pemilu 2019. (*)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *