Polres Pasbar Tetapkan Tiga Tersangka Perambah Hutan

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan


Polres Pasbar Tetapkan Tiga Tersangka Perambah Hutan

Minggu, 07 April 2019
ilustrasi

Pasbar fajarsumbar.com - Kepolisian Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) menetapkan tiga orang tersangka yang diduga melakukan perambahan hutan kawasan produksi tanpa izin di Jorong Patibubur Kecamatan Sungai Beremas.

"Saat ini ketiganya sudah kita lakukan penahanan untuk proses lebih lanjut,"kata Kepala Satuan Reskrim Polres Pasaman Barat, AKP Afrides Roema didampingi Kepala Sub Bagian Humas, Iptu Defrizal di Simpang Empat, Senin (1/4).

Ia mengatakan ketiga orang tersangka itu adalah SS (53) warga Rokan Hulu, Provinsi Riau, RS (42) warga Air Bangis Sungai Beremas dan IK (30) warga Jambak Pasaman Barat.

Dari tangan tersangka Polres Pasaman Barat mengamankan satu unit alat berat eksavator dan bukti lainnya.

Menurutnya tersangka melanggar Pasal  17 ayat 2 huruf a dan b junto Pasal 92 ayat  1 Undang-Undang RI nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan  perusakan hutan.

Tersangka diancam kurungan minimal tiga tahun dan maksimal 10 tahun. Serta denda paling sedikit Rp1,5 miliar dan paling banyak Rp5 miliar.

"Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) telah kita sampaikan ke Kejaksaan Negeri Pasaman Barat. Kasus ini akan kita usut terus karena merambah hutan produksi tanpa izin," tegasnya.

Ia menjelaskan terungkapnya kasus perambahan hutan produksi ini berawal dari informasi masyarakat kepada pihak kepolisian. 
Berdasarkan informasi itu maka Kamis (21/3) lalu pihaknya bersama Dinas Kehutanan Provinsi dan jajaran Pemkab Pasaman Barat turun kelokasi yang diduga terjadi perambahan hutan untuk dijadikan perkebunan kelapa sawit.

"Sesampai dilokasi memang ditemukan hutan yang telah dirambah dan alat berat. Diperkirakan ada sekitar 20 hektare lahan yang akan dijadikan kebun kelapa sawit," katanya.

Berdasarkan itulah maka alat berat diamankan dan ditetapkan tiga orang tersangka yang kemudian dilakukan penahanan.

Pihaknya tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka lainnya. Namun, masih dalam tahap penyelidikan dan penyidikan.

"Kegiatan perambahan itu jelas melanggar aturan yang ada. Proses pengolahan hutan produksi harus ada izin yang jelas dari Mentri Kehutanan," tegasnya.(andrizal)