Polres Pessel Periksa Tujuh Saksi Terbakarnya Surat Suara di Tarusan

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan


Polres Pessel Periksa Tujuh Saksi Terbakarnya Surat Suara di Tarusan

Senin, 22 April 2019

Pessel, Fajarsumbar.com - Kepolisian Resor Pesisir Selatan telah memanggil tujuh saksi terbakarnya surat suara di Kecamatan Koto XI Tarusan.

Kepala Kepolisian, AKBP. Fery Herlambang mengungkapkan ketujuh orang saksi itu merupakan mereka yang berada di sekitar lokasi kejadian.

"Ini tentunya untuk kepentingan penyelidikan," ungkap Kapolres pada wartawan di Painan, Senin (22/4) usai rapat koordinasi insiden kebakaran.

Rapat dihadiri Komandan Distrik Militer (Dandim) 0311 Pesisir Selatan Letkol. Kav. Edwin Dwiguspana, M.Tr dan Ketua Bawaslu Erman Wadison.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Dailipal. Kepala Kesbangpol, Hardi Dharma Putra dan pimpinan partai politik di Pesisir Selatan.

Seperti diberitakan sebelumnya, 10 kotak suara di gudang penyimpanan KPU terbakar. Insiden itu terjadi pada Senin 22 April, sekitar pukul 01.30 WIB.

Peristiwa itu menghanguskan sedikitnya 36.000 hasil Pemilu 17 April. Selain memanggil saksi, lanjut Kapolres, ia bakal menambah personel di tiap kecamatan.

Menurutnya, saat ini jumlah anggota Kepolisian yang ada di masing-masing kecamatan sebanyak delapan orang. Kemudian ditambah dua orang dari TNI.

"Kami akan tambah dua orang lagi. Ini sebenarnya sudah melebihi jumlah yang seharusnya hanya empat orang saja," sebutnya.

Ia menambahkan, motif kejadian kini tengah penyelidikan dari Tim Inavis Polda Sumatera Barat. Selanjutnya, hasil olah TKP itu akan di bawa ke Medan, Sumatera Utara.

Hal senada juga disampaikan Dandim 0311 Pesisir Selatan Letkol. Kav. Edwin Dwiguspana, M.Tr.

Dirinya mengaku juga bakal menambah jumlah personel di tiap gudang surat suara di 15 kecamatan di Pesisir Selatan.

Hal itu guna antisipasi terulangnya kejadian serupa. "Jadi, hingga penetapan resmi dari KPU, kami akan perketat pengamanan," tegasnya.

Keduanya meminta, selain aparat keamanan, harus ada peran aktif dari warga sekitar untuk saling menjaga gudang penyimpanan surat suara.

Jika mendengar berkembang isu yang yang belum tentubenar, harap melapor langsung pada KPU, Bawaslu atau aparat penegak hukum.

"Mari kita jaga demokrasi ini dengan damai," tutupnya. (tsf)