SUMBAR

Kota Padang

Fajar Terkini

RI Impor Bawang Putih Lagi 100.000 Ton, Kok Bisa Sih?

cnbc.indonesia.com

Jakarta, fajarsumbar.com - Pemerintah melalui rapat koordinasi terbatas (rakortas), Senin (18/3/2019), telah menugaskan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk mengimpor bawang putih sebanyak 100.000 ton.

Penugasan terhadap Bulog itu dilakukan untuk mengendalikan harga bawang putih di pasaran yang telah merangkak naik dalam satu bulan terakhir. Apalagi, puasa dan Lebaran sudah di depan mata. Impor sendiri akan dilakukan dari China, selaku penghasil utama.

Namun apa benar harga bawang putih sudah sangat mahal sehingga butuh untuk melakukan impor?

Seperti dikutip cnbc.indonesia.com, berdasarkan data harga bawang putih ukuran sedang di pasar tradisional yang dirilis oleh Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), memang ada pola kenaikan sejak awal tahun.

Per 1 Januari 2019, harga bawang putih rata-rata nasional berada di posisi Rp 26.750/kg. Sedangkan pada tanggal 2 April harganya telah meningkat sebesar 33,27% menjadi Rp 35.650/kg.

Apakah harga tersebut sudah terlampau mahal?
Bila melihat data historis, rata-rata harga bawang putih, pada periode 2 Januari-4 April tahun 2019 hanya sebesar Rp 26.569/kg. Masih lebih rendah ketimbang rata-rata harga bawang putih pada periode yang sama tahun 2018 yang sebesar Rp 28.732/kg.

Ini menunjukkan bahwa pergerakan harga bawang putih masih dapat dikatakan identik dengan tahun lalu. Tidak ada kondisi abnormal yang membuat sebuah tindakan yang berbeda perlu dilakukan pada tahun ini.

Tapi lagi-lagi. Fenomena impor bawang putih ini juga sudah langganan. Pada periode Januari-April 2018, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor bawang putih juga dilakukan sebesar 94.502 ton.

Sedangkan pada tahun 2019, data termutakhir yang telah dipublikasikan oleh BPS mencatat impor bawang putih terjadi pada bulan Januari yaitu sebesar 1.327 ton.(*)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *