Setelah Ketahuan, KPU Akui Ada Kesalahan Entri Data

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan


Setelah Ketahuan, KPU Akui Ada Kesalahan Entri Data

Jumat, 19 April 2019

Jakarta, fajarsumbar.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengakui adanya kesalahan entri data di situs resmi. KPU menyebut ada sembilan tempat pemungutan suara (TPS) di tujuh daerah terkait kesalahan entri data tersebut dan mereka memastikan kesalahan ini murni karena kelalaian petugas.

“Dapat kami sampaikan dengan siang ini kita mengidentifikasi ada kekeliruan entri data oleh operator situng di daerah, total ada sembilan TPS,” ujar komisioner KPU, Viryan Aziz di gedung KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (19/4).

“Dapat kami sampaikan terkait hal tersebut bahwa ini terjadi semata-mata karena kekeliruan (pada proses) entri,” imbuhnya.

Sembilan daerah yang dirilis KPU terjadi kesalahan entri data itu sebagaimana dikutip detikcom adalah:

1. Mataram Provinsi NTB, TPS 17 Kelurahan Jempong Baru, Kecamatan Sekarbela (sudah dikoreksi), kemudian Lombok Tengah TPS 3 Desa Gonjak Kecamatan Praya (sedang dalam koreksi)
2. DKI Jakarta TPS 93 di Bidara Cina, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur (sudah dikoreksi)
3. Provinsi Riau TPS 10, Kelurahan Laksamana, Dumai (sudah dikoreksi)
Baca juga: KPU Pastikan Kesalahan Entri Data Bukan Akibat Serangan Siber
4. Jawa Tengah TPS 25 Kelurahan Banjarnegoro, Kecamatan Martoyudan, Kabupaten Magelang (sudah dikoreksi), TPS 7 Kelurahan Rojoimo, Kecamatan Wonosobo (masih dalam proses)
5. Maluku TPS 6 Kelurahan Lesane Kota Masohi, Kabupaten Maluku Tengah
6. Banten Kota Serang TPS 39 Kelurahan Cipete, Kecamatan Curug
7. Jawa Barat TPS 15 Desa Cibadak, Kecamatan Cibadak, Sukabumi.

Sebelumnya, KPU memastikan kesalahan input data yang viral di media sosial bukan akibat diretas (di-hack) oleh pihak mana pun. KPU memastikan kesalahan itu karena adanya kelalaian petugas entri.

KPU mengapresiasi masyarakat yang telah melaporkan kesalahan data entri di situs KPU. Namun KPU juga meminta masyarakat agar tidak memviralkan dan menjadikan kesalahan itu sebuah candaan. Dia menegaskan jika masyarakat menemukan kesalahan dalam data entri segera laporkan ke KPU, jangan memviralkan kesalahan itu. Ilham juga meminta dengan adanya kesalahan data ini, masyarakat tidak berspekulasi.

“Saya apresiasi laporan masyarakat tapi jangan diviralkan seakan-akan dibuat meme ini sistematis curang, tidak ada itu,” ujar Komisioner KPU Ilham Saputra.

“Jadi prinsipnya sekali lagi masyarakat silakan memantau Situng, kemudian memastikan C-1 itu yang masyarakat pegang atau tidak ada kesesuaian silakan laporkan kepada kami, tapi tidak dengan cara kemudian memviralkan dan menganggap buat meme-meme KPU curang, tidak ada sama sekali seperti itu, jadi sekali lagi ini human error dan sudah diperbaiki,” lanjut dia.

Terakhir, Ilham menuturkan KPU akan membuat layanan kontak center untuk menampung keluhan masyarakat jika terjadi kesalahan serupa. Hal ini bertujuan agar masyarakat tidak membuat kehebohan di media sosial.

Baca juga: Viral Video Beda Data Form C1 dengan Situs Resmi, Ini Penjelasan KPU
“Jadi sekali lagi, bahwa tolong kepada masyarakat, kalau mau perbaiki silakan kontak kami, kami akan membuat semacam kontak laporan ya, entah itu dalam bentuk WA kemudian telepon. Jangan kemudian memberikan informasi seakan-akan KPU curang, KPU melakukan ini secara sistematis, tidak ada sama sekali seperti itu,” pungkasnya.

Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan sejumlah video yang memperlihatkan perbedaan data entri situs KPU dengan data pleno C1 di sejumlah TPS. Kesalahan input yang viral salah satunya ada di Bidara Cina, Jakarta Timur. (*)