SUMBAR

Fajar Terkini

Kota Padang

Waspadai Politik Uang Jelang Pencoblosan

Anggota Bawaslu Mochammad Afifuddin 

Jakarta, fajarsumbar.com - Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Mochammad Afifuddin mengingatkan bahwa potensi kerawanan dalam Pemilu itu nyata adanya. Tak hanya di dalam negeri kerawanan juga kerap terjadi saat Pemilu untuk luar negeri. Misalnya soal data pemilih, masalah distribusi surat suara hingga penghitungan suara.

Bawaslu selalu melakukan update terkait potensi kerawanan di daerah-daerah untuk dicarikan solusi. Ketika menyangkut keamanan pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian. Atau berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bila itu terkait data pemilih.

Bawaslu juga memetakan daerah-daerah yang potensial terjadi praktik politik uang. Pada Jumat pekan lalu, Bawaslu menggelar apel Pengawasan Nasional yang salah satu tujuannya untuk mencegah praktik politik uang.

"Biasanya orientasi orang melakukan katakanlah apa yang disebut 'serangan fajar', politik uang banyak dilakukan di last minute menjelang masuk ke TPS," kata Afif kepada Tim Blak blakan detikcom.

Modus politik uang pun kini beragam. Mulai dari yang konvensional dengan cara langsung memberikan 'ampop', transfer pulsa hingga dijanjikan umrah. Ada juga yang melakukan dengan cara memperbanyak relawan, sehingga uang yang diberikan disebut sebagai dana operasional.

Politik uang konvensional tentu relatif lebih mudah mengusut ketika sudah ada laporan atau ditemukan indikasinya. Namun untuk yang dengan modus transfer pulsa atau uang elektronik (e-Money), Bawaslu akan menggandeng PPATK untuk menelusiri aliran dananya. 

"Politik uang ini racun yang merusak pemilu, politik uang ini sampah. Jangan sampai kemudian motivasi orang memilih di masa pemilu nanti hanyak karena diberi uang atau dijanjikan sesuatu," kata Afif.

Bagaimana Bawaslu menjaga Pemilu 2019 agar bersih dari praktik kecurangan? Seperti apa pula perkembangan terkini kasus dugaan surat suara tercoblos di Selangor, Malaysia? Tonton Blak blakan Koordinator Divisi Pengawasan dan Sosialisasi Bawaslu Mochamad Afifuddin, Ragam Potensi Kecurangan Pemilu di detikcom.(*)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *