Dua Srikandi Tangguh Tumbangkan Petahana

Iklan Semua Halaman


Olahraga

Dua Srikandi Tangguh Tumbangkan Petahana

Selasa, 14 Mei 2019

Padang, fajarsumbar.com -Dua ketua Tim Penggerak (TP) PKK di Sumbar, melenggang ke Senayan. Keberhasilan dua srikandi tangguh ini-Hj. Nevi Zuairina Irwan Prayitno (Ketua TP PKK Sumbar) dan Hj. Lisda Hendrajoni (Ketua TP PKK Pesisir Selatan)-justru menumbangkan sang petahana.

Nevi misalnya, bertarung di Dapil II Sumbar dengan kendaraan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Di sini, Nevi akan berpacu dengan sang petahana, Refrizal yang sudah dua periode menjadi wakil rakyat di Senayan. Pileg 17 April lalu, adalah untuk ketiga kalinya, Refrizal ikut.

Kehadiran Nevi di Dapil II Sumbar ini, banyak yang memprediksi akan terjadi persaingan sengit antara sang petahana sarat pengalaman, Refrizal dengan Nevi, ketua TP PKK yang rajin ke lapangan. Bahkan banyak yang menilai, Nevi bisa mengungguli Refrizal. Ternyata benar.

Begitu pula, Lisda. Bahkan dia bertarung di ‘sarang harimau’. Di Dapil 1 Sumbar dengan kendaraan Partai NasDem. Caleg yang bertarung, bintang semua. Sang petahana, Endre Syaifoel siapa yang tak kenal. Syamsu Rahim, Walikota Solok periode 2005-2010 dan Bupati Solok periode 2010-2015. Lalu, Fauzi Bahar, Walikota Padang periode 2004-2014. Kemudian, Suriati Muzni Zakaria, Ketua TP PKK Solok Selatan.

Tadinya banyak pula yang memperkirakan, Lisda salah kendaraan, karena di Partai  NasDem, dia berpacu dengan para tokoh yang sudah punya nama dan berkelas dan sulit untuk mengunggulinya. Tapi, bagi Lisda bertarung di ‘sarang harimau’ itu, menjadi pemicu baginya untuk terus bersosialisasi dan rajin menemui konstituen.

Pikiran dan tenaga Lisda tidak tersita kepada kompetitornya, tapi justru dioptimalkan untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas dirinya. Rajin ke lapangan, diskusi dengan berbagai elemen rakyat dan juga mau menerima masukan dari pihak-pihak yang berujung positif kepada dirinya. Akhirnya, sukses memenangkan persaingan.

Karena Partai NasDem menampilkan caleg mega bintang, saat survei Januari 2019, menurut Direktur Sumatera Barat Leadership Forum (SBLF) Riset dan Konsultan Edo Andrefson, NasDem diperkirakan akan mengirim dua kader ke Senayan. Dan yang bakal dapat itu adalah Lisda Hendrajoni, sebagai peraih suara terbanyak. Jika dapat dua kursi, maka kursi kedua berpacu antara Endre Syaifoel, Fauzi Bahar dan Syamsu Rahim.

Dalam perjalanannya, semakin mendekati hari puncak pencoblosan, 17 April, efek ekor jas capres Prabowo-Sandi kian kencang dan parpol pendukung capres 02 kena imbas. Raihan suaranya menyusut. Tapi NasDem masih mampu bertahan bersama Golkar sehingga raihan kursi pada Pileg2014 dapat dipertahankan (NasDem satu kursi di Dapil 1 Sumbar dan Golkar dapat satu kursi di masing-masing dapil), meski raihan suara yang didapat menurun.

Nevi dan Lisda sukses melenggang ke Senayan dengan menumbangkan sang petahana. Berdasarkan hasil rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara yang telah diplenokan KPU Sumbar, Minggu (12/5), Nevi mendapat suara terbanyak, 52.141 suara dari total suara PKS 199.737 suara pemilih dan mendapatkan kursi kedua, setelah Partai Gerindra. Nevi cukup jauh meninggalkan sang petahana Refrizal yang raihan suaranya berada pada posisi ketiga.

Sedangkan Lisda meraup 37.326 suara pemilih dan total yang didapat Partai NasDem, 145.769 suara, berada di bawah Gerindra, PAN, Demokrat dan PKS. Lisda, melampui  raihan suara yang diperoleh petahana Endre Saifoel, Fauzi Bahar dan Syamsu Rahim. Meski berada di nomor urut tiga, tidak menjadi Lisda lemah, justru makin gigih berjuang.

Kesuksesan Nevi dan Lisda banyak pula dikaitkan oleh sejumlah pihak lantaran yang bersangkutan adalah ketua TP PKK, sehingga memudahkan untuk sosialisasi dan bisa pula memobilisasi masyarakat dan keluarga besar ASN di lingkungannya daerah masing-masing, untuk memilih yang bersangkutan.

“Kalau cara ini ditempuh, pasti ketua TP PKK Solok Selatan yang maju untuk DPR RI, ketua TP PKK Tanah Datar yang maju untuk DPRD Sumbar dan ketua TP PKK Padang yang maju untuk DPRD Padang, akan melenggang pula. Tapi nyatanya tidak. Ini artinya caleg yang lolos, lebih serius dan tekun menghadapi Pileg ini,” terang seorang jurnalis, pengemar masalah politik, Jefri Hidayat.

Nevi Zuairina Irwan Prayitno memang gigih dan serius. Mau mendengar masukan berbagai pihak. Banyak terobosan dan inovasi yang dilahirkan dalam kegiatan TP PKK Sumbar, Dekranasda dan lainnya. Nevi tak hanya sebagai orang yang mengepalai berbagai organisasi yang melekat dalam istri kepala daerah, tapi dia putar otak untuk melahirkan berbagai inovasi.

Padahal dari historis, sebetulnya Nevi lebih dekat di wilayah Dapil 1 Sumbar, karena Nevi asalnya Salido, Pesisir Selatan yang otomotis dari faktor kekeluargaan lebih kuat sebagai pendukung untuk mendulang suara. Tapi karena pendekatan yang dipakai sangat menyentuh dan mengena, Nevi diterima banyak pihak.

Bagi Nevi, berkunjung ke daerah, bukan sekadar berkunjung saja, tapi lebih melihat sesungguhnya dan dialog dengan masyarakat, apa sebetulnya yang dibutuhkan masyarakat setempat untuk kemajuan ekonomi masyarakat dan daerah.

“Ibu rajin blusukan, ketemu kelompok wanita tani, majelis taklim. Mendengar dan dialog terbangun baik. Karena mau menerima masukan, suasana silaturahim terbangun kuat, beliau diterima dengan baik dan selalu diingat masyarakat,” kata ketua tim Nevi Zuairina, Rinaldi kepada Singgalang, kemarin.

Rinaldi yang juga sukses melenggang ke DPRD Sumbar dengan kendaraan PKS ini, menyebutkan, pendekatan emosional yang dibangun tokoh wanita yang gigih memperjuangkan kaum perempuan ini, menjadi modal. “Wanita pilih wanita yang digencarkan dalam setiap blusukan, efektif rupanya,” kata Rinaldi yang juga ajudan pribadi, Gubernur Irwan Prayitno.

Keberhasilan Nevi ini juga tak terlepas dari mentor pribadi yang juga sang suami, gubernur Sumbar dua periode, Irwan Prayitno. Irwan adalah politikus handal yang lihai membaca arah politik.

Lisda Hendrajoni? Juga gigih dan sungguh-sungguh untuk maju. Rajin temui masyarakat. Bahkan kerap terlihat di tengah masyarakat dan peduli dengan masyarakat kecil. Sejak dilantik menjadi ketua PKK Pesisir Selatan, Lisda telah mengunjungi berbagai pelosok daerah tersebut. Dari ujung utara hingga ke perbatasan dengan Bengkulu.

Ade Alfian, tim sukses Lisda menyebutkan, efek Prabowo-Sandi luar biasa di Sumbar dan berdampak kepada parpol pendukung 01. NasDem yang tadinya diprediksi bisa mengutus dua kader ke Senayan, juga tergerus. Syukur NasDem selamat dan sukses mengantarkan seorang kadernya ke Senayan.

“Tapi ini berkat dukungan masyarakat Sumbar. Apalagi sosok Lisda Hendradjoni juga gigih dan rajin temui masyarakat. Allah Swt mempermudah jalan beliau ke Senayan,” terang Ade.

Istri Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni ini terlahir dengan nama Lisda Rawdha. Dia begitu aktif dalam berbagai kegiatan sosial terutama di PKK. Selama mendampingi sang suami, beragam program dilakukan seperti bidang kesehatan dan mengangkat budaya Pesisir Selatan. Lisda juga aktif di Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia Sumbar. Tidak sedikit UMKM yang sudah dibina, hingga sukses.

Lisda adalah pribadi tangguh, mandiri, berani, suka tantangan, dan tidak suka berpangku tangan. Sebagai istri bupati, banyak program yang sudah dia canangkan sukses untuk membangun Pessel. Salah satu program spektakulernya yang terkenal adalah ‘Dunsanak Membantuk Dunsanak'(DMD).

Sumber donasi untuk program ini dikumpulkan dari berbagai pihak, baik pribadi, swasta dan pemerintah. Menurutnya, bantuan ini tidak dibatasi donasinya, bahkan bagi pihak yang ingin menyalurkan sendiri juga bisa. (pendi)