Empat Belas Bidan PTT Terima SK CPNS

Iklan Semua Halaman


Olahraga

Empat Belas Bidan PTT Terima SK CPNS

Selasa, 14 Mei 2019

Pasbar, fajarsumbar.com
Kabupaten Pasaman Barat belum bisa keluar sebagai status daerah tertinggal. Salah satu indikatornya adalah kesehatan masyarakat yang belum terjamin. Ini karena masih banyak kekurangan penunjang kesehatan itu baik secara Sumber Daya Manusia (SDM) maupun fasilitas dan infrastruktur.

Bupati Pasaman Barat, H. Syahiran berharap hal ini segera dituntaskan. Jaminan kesehatan bagi masyarakat, bukan semata-mata harapan keluar dari daerah tertinggal, tapi menjadi keharusan dan tanggung jawab pemerintah dalam melayani rakyatnya.
"Kita wajib meningkatkan pelayanan kepada rakyat. Sama penting semuanya, apalagi peningkatan pelayanan kesehatan. Masyarakat yang sehat akan membawa daerah yang sehat dan maju," kata Bupati saat menyerahkan SK 14 Bidan PTT yang diangkat menjadi  CPNS, Senin lalu.

Pelayanan kesehatan dasar adalah bidan. Mereka bertugas ditengah masyarakat dan memenuhi kebutuhan kesehatan dasar masyarakat.

"Dengan adanya tambahan 14 orang PTT Bidan tersebut kita harapkan bisa menambah semangat kita dalam melayani masyarakat, terutama di bidang kesehatan. "tandas Syahiran.

Selain itu kepada bidan yang sudah diangkat menjadi CPNS tersebut agar bisa meningkatkan pengabdian diri kepada masyarakat dengan semangat memberikan pelayanan terbaiknya.

"Bidan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan di tengah masyarakat, karena mereka langsung berhubungan dengan para wanita hamil, cikal bakal manusia/bayi, balita dengan berbagai program. Untuk itu, bidan harus bisa menyesuaikan diri di tengah masyarakat. Jangan sombong, layani masyarakat dengan sepenuh hati. Jika ada masyarakat yang butuh pertolongan kapan pun bidan harus siap,"pesan Syahiran.

Selain itu, peran bidan bisa menekan angka kematian ibu dan anak. Karena, bidan tahu betul dengan kesehatan ibu hamil dan balita. Jika ada kondisi ibu hamil dan anak yang kurang baik, segera laporkan kepada dinas kesehatan.

"Bidan harus jadi penyambung kondisi ibu hamil dan anak dengan dinas kesehatan. Karena bidan tahu betul seluk beluk kesehatan ibu hamil dan anak," ujarnya.

14 orang PTT Bidan yang menerima CPNS tersebut yakni Defi Widarti di Puskesmas Simpang Empat, Desrayan Melvo Purba di Puskesmas Ophir, Devi Idris di Puskesmas Parit, Eli Yarni di Puskesmas VI Koto Selatan, Harlini Puskesmas Sukomanati, Neng Fitrawati Puskesmas Simpang Empat, Sri Hidayati Puskesmas Ranah Salido, Sunarti Puskesmas Ujung Gading, Supriyanti Puskesmas Ophir, Tetria Nova di Puskesmas Kinali, Titik Gusnimar di Puskesmas Kinali, Yanti Suyas Fitri di Puskesmas Ophir, Zulfia Puskesmas Simpang Empat, dan Zurianis Mayeni Puskesmas Lembah Melintang. (Andika)