SUMBAR

Kota Padang

Fajar Terkini

Harga Karet Terjun Bebas, Pemprov Cari Investor Pabrik Pengolahan


Sijunjung, fajarsumbar.com - Sebagai salah satu daerah penghasil karet terbesar di Sumatera Barat, Kabupaten Sijunjung belum sepenuhnya memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya, terutama petani karet tersebut.  

"Di Sijunjung ini perlu ada pabrik pengelolaan karet hingga menjadi bahan jadi, sehingga harga bisa mahal dan petani sejahtera. Saat ini harga karet diatur oleh negara tetangga kita Malaysia," sebut Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit saat Safari Ramadhan di Mesjid Nurul Falah Jorong Taratak Malintang, Kenagarian V Koto, Kecamatan Koto VII, Kabupaten Sijunjung, Jumat (17/5) malam. 

Dijelaskan Wagub, dalam mewujudkan pabrik pengelolaan karet tersebut, gubernur terus bergerilya keluar negeri untuk mencari investor.

"Mencari investor merupakan tugas pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat, semoga hal ini bisa terwujud, namun butuh doa kita bersama" katanya.

Pada kesempatan itu, Nasrul Abit juga sempat mempertanyakan harga karet di Sijunjung kepada petani. Sontak mereka menjawab harga murah, berkisar 6.000 rupiah/ kilogram. 

"Entah kapan akan mahal lagi pak," jawab mereka bersamaan.  

Menyikapi itu, Nasrul Abit meminta semua pihak termasuk pemerintah kabupaten harus mencari solusi kongkrit dan bisa mewujudkan pabrik pengolahan karet di daerah itu.

"Kami di Pemprov Sumbar sedang mencari peluang ini," terangnya.

 Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah kebun karet di Sumbar tahun 2017 seluas 141 131.90 hektare, dan di Sijunjung terdapat 33 827.00 hektare kebun karet, mulai dari yang sudah produksi, tua dan belum produksi. (*/ab)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *