Iran Kutuk Serangan Udara Arab Saudi ke Pemukiman Yaman

Iklan Semua Halaman


Olahraga

Iran Kutuk Serangan Udara Arab Saudi ke Pemukiman Yaman

Sabtu, 18 Mei 2019

Teheran, fajarsumbar.com - Pemerintah Iran mengutuk serangan udara yang dilancarkan Arab Saudi ke kawasan permukiman di ibu kota Yaman, Sanaa. Serangan tersebut dilaporkan menewaskan setidaknya tujuh warga sipil.

"Kami menyerukan badan-badan internasional dan organisasi HAM untuk bertindak sesuai tanggung jawab mereka dan mencegah kejahatan tersebut terjadi lagi dengan semua cara yang mungkin," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Seyyed Abbas Mousavi seperti dilansir media Iran, Press TV, Sabtu (18/5/2019).

"Negara-negara yang mendukung pasukan penyerbu di Yaman dengan memberikan senjata-senjata destruktif dan bom-bom terlibat dalam kejahatan ini dan harus bertanggung jawab," imbuh Mousavi.

Setidaknya tujuh warga sipil dilaporkan tewas dalam serangan udara Saudi ke Sanaa beberapa hari lalu. Empat orang dari tujuh korban tewas berasal dari satu keluarga. Puluhan orang lainnya luka-luka dalam serangan udara itu.

Dikutip dari detik.com, kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan menyatakan, lima anak-anak termasuk dalam korban jiwa akibat serangan udara Arab Saudi tersebut.

Arab Saudi dan sejumlah sekutu regionalnya, termasuk Uni Emirat Arab, mulai melancarkan perang di Yaman pada Maret 2015 lalu dengan tujuan memerangi kelompok pemberontak Houthi. Menurut laporan yang dirilis Armed Conflict Location and Event Data Project (ACLED), organisasi nirlaba mengenai penelitian konflik pada Desember 2018, perang Saudi tersebut telah menewaskan lebih dari 60 ribu warga Yaman.

Perang tersebut juga telah menimbulkan kerusakan parah infrastruktur Yaman, menghancurkan sekolah-sekolah, rumah sakit dan pabrik-pabrik. Dalam laporannya pada Desember 2018, PBB menyatakan bahwa lebih dari 24 juta warga Yaman sangat membutuhkan bantuan kemanusiaan, termasuk 10 juta warga yang menderita kelaparan.(*)