Sampaikan Aspirasi Lewat Diskusi, Ini Penegasan Bupati Mentawai

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Sampaikan Aspirasi Lewat Diskusi, Ini Penegasan Bupati Mentawai

Rabu, 22 Mei 2019

Tuapejat, fajarsumbar.com - Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet meminta kepada seluruh Mahasiswa-mahasiswi Mentawai, jika ingin memberikan kritik dan saran terhadap pembangun Mentawai sebaiknya tidak melalui Media Sosial (Medsos), melainkan melalui diskusi.

Hal tersebut dikemukakannya kepada wartawan saat menerima kunjungan empat orang perwakilan dari mahasiswa-mahasiswi Mentawai yang sudah menyelesaikan serjanah muda, Rabu (22/05) di ruang kerja Bupati Mentawai.

"Kita meminta kepada adek-adek mahasiswa, jika ada yang ingin menyampaikan aspirasi atau saran dan kritik terhadap pembangun Mentawai, sebaiknya jangan melalui Medsos, langsung datang ke sini kita membuka diskusi, kalau berkomentar di Medsos, siapa yang akan menjawab, " tuturnya.

Ia menyebutkan bahwa pihaknya tidak anti kritik, justru dengan adanya kontrol terhadap pembangunan Mentawai, maka akan semakin baik pula pembangunan kedepannya melalui masukan saran yang diberikan.

" Sebetulnya jika ada kritik dan saran sangat bagus sekali dan justru akan memperbaiki pembangunan Mentawai, tetapi caranya harus diskusi, bukan berkoar-koar di Medsos," timpalnya.

Menurutnya pembangunan Mentawai tidak lepas dari dukungan dari berbagai pihak terutama masyarakat itu sendiri, untuk itu diminta peran aktif masyarakat dalam mengawasi pembangunan, dimana membangun Mentawai kata Yudas tidak selalu harus tinggal di Mentawai, tetapi mampu bersaing dengan dunia luar, tetapi tetap memiliki kepedulian terhadap Mentawai.

"Yang membangun Mentawai itu adalah kita, bukan orang lain, jadi kita harus benar-benar 100 Persen ingin membangunan Mentawai, membangun Mentawai tidak selalu tinggal di Mentawai, tetapi bagaimana bendera Mentawai bisa berkibar di Daerah lainnya di Indonesia, artinya kita harus bisa bersaing di daerah luar Mentawai, bahkan sampai ke negara lain, untuk penting pendidikan, namun tetap peduli dengan Mentawai, " paparnya. (st)