Wako Padang Masuk Nominator Penerima Penghargaan Kesejahteraan Lansia Tingkat Nasional, Ini Alasannya

Iklan Semua Halaman


Olahraga

Wako Padang Masuk Nominator Penerima Penghargaan Kesejahteraan Lansia Tingkat Nasional, Ini Alasannya

Rabu, 15 Mei 2019

Padang, fajarsumbar.com - Walikota Padang H. Mahyeldi, SP berpeluang menerima sebuah penghargaan bergengsi dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI di tahun ini. Hal itu ditandai, setelah dirinya masuk dalam nominator calon penerima penghargaan kesejahteraan sosial lanjut usia (Lansia) tingkat nasional untuk ketegori perseorangan. 

Selasa (14/5), Mahyeldi dikunjungi tim verifikasi dari Kementerian Sosial yang diketuai Drs. Afrinaldi, M.Si di Rumah Dinasnya jl. A. Yani No.11.

Mengawali pemaparan, wali kota yang juga seorang da’I itu terlebih dahulu menyampaikan terima kasih terkhusus kepada tim verifikasi dari Kemensos, OPD terkait di lingkup Pemko Padang dan semua pihak yang mendukung segala sesuatunya. Sehingga menjadikan dirinya masuk nominator dalam penilaian tersebut.

Selanjutnya kata Mahyeldi yang kemarin Senin (13/5) kembali dilantik sebagai Wali Kota Padang untuk periode jabatan lima tahun ke depan itu juga mengungkapkan tentang biodatanya, serta jenjang pendidikan, perjalanan karir dan pengalaman berorganisasi. Gambaran Kota Padang, kondisi geografis, visi dan misi Kota Padang, program unggulan wali kota-wakil wali kota dan hal penting lainnya pun juga ia sampaikan.

"Sesuai data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang, menyatakan bahwa jumlah penduduk Kota Padang terakhir pada tahun 2017 lebih kurang sebanyak 927.168 jiwa. Sementara untuk jumlah warga lansia terdapat 36.277 jiwa atau 3,91 persen dari total keseluruhan warga Kota Padang," ungkap wako dalam eksposnya di hadapan tim verifikasi dan juga para pimpinan OPD terkait serta para lansia yang juga dihadirkan dikesempatan itu.

Mahyeldi menjelaskan, permasalahan lansia secara garis besar menurutnya ada tiga, yakni berkaitan dengan pangan, papan dan kesehatan. Pertama terkait pangan yaitu seperti kekurangan pangan tidak produktif, lalu kedua perihal papan seperti rumah tidak layak huni atau keluarga miskin serta tentang kesehatan berkaitan tidak memiliki jaminan kesehatan atau keterbatasan akses layanan kesehatan.

"Maka itu kita di Kota Padang konsen dan selalu menyeru untuk merubah 'maindset' masyarakat yang menilai lansia hanya pasrah dan tinggal menunggu ajal, dengan mengembalikan semangat lansia. Bahwasanya lansia masih berguna dan berhak menikmati hidup dengan berinteraksi sosial, giatkan program pro lansia," terangnya.

Mahyeldi pun membeberkan komitmen dan beberapa kebijakan Pemko Padang sekaitan ramah terhadap lansia. Seperti diantaranya memberikan penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) di setiap kecamatan, pelayanan khusus bagi lansia seperti antrian terpisah dan tempat khusus lansia, dan kendaraan umum yang tidak penuh sesak dan tersedia tempat duduk yang diprioritaskan untuk lansia.

Selanjutnya layanan ke rumah (home visit) termasuk layanan kesehatan bagi lansia, memberikan usaha ekonomi produktif (UEP) lansia produktif, lalu pembinaan pemantapan pemahaman bagi kader lansia dan sekaligus melaksanakan Posyandu Lansia di masing-masing Puskesmas.

"Selanjutnya juga ada pemeriksaan kebugaran lansia, lomba kreatifitas lansia, seminar lansia oleh LK3 Delima sekaligus melaksanakan konseling. Lalu pemberian bantuan bagi lansia veteran/janda perintis kemerdekaan berupa gizi, baju seragam dan bedah rumah. Kemudian pengadaan taman lansia di Aie Dingin lokasi Desaku Menanti dalam proses, serta memfasilitasi majelis taklim dan memberi pengajian kepada lansia," urai wako didampingi Plt Kepala Dinas Sosial Afriadi.

"Pemko Padang juga telah menyediakan dukungan anggaran lansia melalui Dinas Sosial tahun 2019 lebih kurang sebanyak Rp516.028.000 dan Dinas Kesehatan Kota (DKK) sebesar Rp50 juta. Alhamdulillah kita telah menjadikan jl. Permindo sebagai kawasan ramah disabilitas dan lansia, trotoar ramah lansia dan banyak lagi lainnya. Selain itu kita juga melancarkan Program Singgah Sahur Sederhana (Singgasana), Program 1821 sebagai program ketahanan keluarga dan pembuatan Perda Ketahanan Keluarga (sedang proses)," tukasnya mengakhiri.

Ketua Tim Verifikasi Afrinaldi, mengatakan ada empat kategori penghargaan yang dinominasikan tahun ini secara nasional, yakni perseorangan, kelompok, keluarga dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) lansia.

"Untuk kategori perseorangan, baik untuk tokoh masyarakat ataupun tokoh nasional, yaitu pimpinan daerah yang berkomitmen mensejahterakan lansia di wilayahnya," katanya.

Ia menambahkan, tim akan meninjau langsung di lapangan untuk verifikasi atau penilaian.

“Karena kita tidak ingin hanya menerima informasi dari OPD saja, tetapi ingin menyaksikan langsung berbagai program pimpinan daerah untuk Lansia,” ucapnya.

Terkait usulan calon penerima penghargaan, sebutnya, diterima pihaknya sesuai dengan skoring yang diterima, dan salah satu yang dinominasikan adalah Wali Kota Padang H. Mahyeldi, SP.

“Sehingga perlu verifikasi langsung yang dilakukan untuk menjamin objektivitas penilaian terhadap upaya-upaya yang dilakukan selama ini untuk meningkatkan kesejahteraan lansia. Setelah ekspos ini tim kita akan langsung meninjau dan mengikuti program yang telah disebutkan pak wali kota tadi, seperti ada tadi Singgah Sahur, Safari Ramadan dan lain sebagainya,” katanya.(*/ab)