Bus Pariwisata Tabrak Truk Tangki Pertamina, Diduga Rem Blong

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Bus Pariwisata Tabrak Truk Tangki Pertamina, Diduga Rem Blong

Senin, 17 Juni 2019
Petugas kepolisian tengah melakukan olah tempat kejadian peristiwa (TKP), setelah tabrakan beruntun di Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Minggu (16/6). (dri/topsatu.com)

Padang, fajarsumbar.com
- Diduga rem blong, bus pariwisata menabrak dua truk tangki pertamina di Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Minggu (16/6) sekitar pukul 14.15 WIB. Beruntung dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa.
Akibatnya ruas jalan lintas provinsi ini mengalami kemacetan panjang. Sebab, bus pariwisata dan truk tangki pertamina melintang di jalanan. Saat ini petugas kepolisian masih berupaya melakukan evakuasi bus pariwisata yang melintang di jalanan yang menabrak dinding bukit.
Informasi yang dihimpun, pasca tabrakan beruntun yang melibatkan tiga kendaraan tersebut ?membuat antrian panjang di sana. Sebab, dua unit kendaraan melintang di jalanan.
Sebelumnya, bus pariwisata AB 7926 JN yang datang dari Solok menuju Padang, mengalami rem blong setiba di lokasi kejadian. Tak ayal, bus pariwisata naas ini menabrak dua truk tangki pertamina BA 9026 AO yang datang dari Padang. Tidak sampai disitu, truk tangki pertamina yang berada di belakang BA 9622 juga mendapatkan imbasnya.
“Diduga rem bus pariwisata ini blong, lalu bus ini menabrak dua truk tangki pertamina yang datang dari Padang,” kata Kanit Lakalantas Polresta Padang, Iptu Efriadi sebagaimana dilansir topsatu.com.
Efriadi mengatakan,? kecelakaan beruntun ini tidak ada korban jiwa, namun kerugian materil mencapai Rp50 juta. Selain itu, salah satu penumpang bus pariwisata juga mengalami luka ringan di tangan kanan dan kaki kanan.
“Penumpang bus, Toni hanya cidera ringan di kaki dan tangan kanannya. Kita telah evakuasi bus pariwisata berikut dengan truk tangki ini. Saat ini jalur lalulintas kembali normal,” ujar Efriadi.
Dikatakannya, saat kejadian, arus kemacetan hingga dua jam. Namun, setelah petugas tiba di lokasi kejadian, pihaknya langsung mengurai kemacetan dan mengevakuasi bus pariwisata yang bersandar di dinding bukit.
“Penumpang bus ada sekitar 40 orang. Bus ini dari Padang Sidempuan, sebelum menabrak dua truk tangki pertamina ini, bus menabrak dinding bukit yang berada di lokasi kejadian,” katanya.
Sementara untuk sopir bus pariwisata, Sarwin (36), telah dimintai keterangan terkait dengan kejadian tersebut, berikut dengan dua sopir truk tangki pertamina, Rudi Hartono (47) dan Mirwan (48).
“Kita sudah mintai keterangan, saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Arus lalulintas yang sempat macet, sekarang sudah kembali normal,” tutupnya. (dri)