Manfaatkan BLK untuk Kurangi Pengangguran

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Manfaatkan BLK untuk Kurangi Pengangguran

Kamis, 20 Juni 2019

Padang, fajarsumbar.com - Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit mengajak bupati/walikota untuk dapat memanfaatkan Balai Latihan Kerja (BLK) sebaik mungkin untuk menekan jumlah angka pengangguran yang ada diwilayah masing-masing, karena BLK siap menampung para siswa yang sudah tamat sekolah baik SMA atau SMK bahkan yang sudah sarjana untuk memperdalam ilmunya.

"Ini peluang besar terutama bagi generasi muda kita yang saat ini belum mendapat pekerjaan, karena disini yang diberikan bukan hanya satu keahlian saja, namun beragam, diantaranya teknisi telepon seluler, barista dan masih banyak yang lain. Selain itu sudah disediakan instruktur yang mumpuni, sehingga bisa cepat masuk ke pasaran kerja, ataupun mereka bisa membuka usaha sendiri" sebut Wagub usai meninjau Kompetisi Keterampilan Instruktur Nasional (KKIN) VII tahun 2019 regional Padang di BLK Padang, Kamis (20/6/2019).

Nasrul Abit mengatakan saat ini jumlah angka pengangguran di Sumatera Barat berada diatas angka pengangguran nasional.

"Angka pengangguran Sumbar 5,26 persen, sedangkan angka nasional 5,1 persen. Artinya dengan memanfaatkan BLK-BLK yang ada terutama di Sumbar akan bisa mengurangi angka pengangguran di Sumbar" katanya.

Kedepan, dengan adanya salah satu keahlian yang dibina oleh BLK Padang yakni jurusan teknik sipil, Wagub juga berencana akan memanfaatkan lulusan BLK tersebut untuk merancang bangunan baru yang ramah gempa disepanjang pantai Sumbar.

"Saya akan bicarakan hal ini dengan instansi terkait, karena disini katanya sudah disiapkan semuanya dan biayanya juga murah" ungkapnya.

Dengan adanya KKIN VII tahun 2019 regional Padang, Wagub berharap akan menghasilkan instruktur yang terbaik untuk dikirim ke KKIN Nasional 2019 yang akan dilaksanakan Oktober 2019 di Samarinda, Kalimatan Timur.

Sementara itu Kepala BLK Padang Syamsi Hari mengatakan, untuk jumlah peserta pelatihan di BLK Padang tahun 2019 sebanyak 1.955 orang, sedangkan tahun 2018 sebanyak 1.424 orang dan 2017 sebanyak 864 orang.

"Namun jika berdasarkan wilayah kerja BLK Padang yang mencakup 19 BLK di Sumbar, Riau, Kepri, maka total peserta pelatihan untuk tahun 2019 ini sebanyak 14.966 orang" terangnya.

Syamsi mengatakan, tenaga kerja yang terserap dari BLK Padang ke pasaran kerja banyak pada sektor industri di Padang, Pulau Jawa dan Batam dan ada juga yang membuka usaha sendiri.

"Jumlahnya sekitar 40 persen, dan itu belum semua karena masih ada yang belum melapor kepada kami saat sudah mendapatkan pekerjaan," jelasnya. (ab)