Tim Gabungan Penegak Perda Payakumbuh Kembali Beraksi, Waria dan Kedai Tuak Diamankan

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Tim Gabungan Penegak Perda Payakumbuh Kembali Beraksi, Waria dan Kedai Tuak Diamankan

Minggu, 30 Juni 2019
Warga yang diamankan pada razia, Sabtu (29/6/2019) malam.

Payakumbuh, fajarsumbar.com - Tim gabungan penegak Peraturan Daerah (Perda) Kota Payakumbuh kembali beraksi, Sabtu (29/6/2010) sekira pukul 23.30. Mereka menyusuri satu persatu titik yang rawan dengan tindak pelanggaran perda.

Tim penegak perda yang dinamakan Tim 7 itu terdiri dari unsur TNI, Polri, Kejaksaan, dan Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP), serta Dinas Perhubungan  terus gencar melakukan penegakan Peraturan Daerah (Perda),

Ketua Harian Tim 7 Devitra mengatakan, pihaknya sudah mengantongi beberapa laporan dari masyarakat yang resah dengan aksi-aksi pelaku yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan masyarakat di Payakumbuh.

Pertama sekali di sebuah Salon yang terletak di Kelurahan Parik Muko Aia kedapatan masih buka, padahal sudah jam 01.15, dalam aturan Perda salon hanya sampai pukul 10.

Satu waria di bawa ke kantor karena tidak membawa kartu identitas ketika ditanya, dia berasal dari Kabupaten Limapuluh Kota, waria tersebut dibawa ke kantor Satpol PP dan dipanggil orang tuanya untuk di bawa pulang.

Lanjut, tim 7 melakukan plesiran ke jalan By Pass perbatasan Kota Payakumbuh - Tanjung Pati untuk membubarkan puluhan remaja yang nongkrong disepanjang jalan tersebut.

"Sempat kucing-kucingan, para remaja berhamburan kabur dengan motornya, kita standby disana beberapa saat sampai kondisi kondusif dan kembali melakukan penyisiran," terang Devitra.

Tim kembali bergerak, kali ini menuju Hotel Sari di Simpang Benteng, didapati pasangan laki-laki dan perempuan yang mengaku kehilangan tas di Kelok Sembilan, mereka dari Pekanbaru mau ke Padang.

"Tidak bisa menunjukkan kartu nikah, maka kita minta mereka menelpon pihak keluarga untuk membuktikan pasangan ini memang benar pasangan suami istri atau tidak, kita langsung berbicara dengan orang tua mereka lewat telepon," kata Devitra.

Dilanjutkan dengan penyisiran ke kedai tuak yang ada di jalan By Pass, Kelurahan Kubu Gadang, Koto Nan Ampek, Satpol PP mendapat laporan masyarakat, adanya bunyi musik keras mengganggu ketenangan masyarakat di waktu malam, terganggu dengan musik dari kedai tuak tersebut. Selain itu menjual tuak juga merupakan pelanggaran Perda 04 Tahun 2007.

Petugas Tim 7 mengamankan barang bukti berupa tuak, dan pemilik warung diberi surat teguran.

Menarik, saat kembali melakukan penyisiran ke arah Tanjung Pati melalui jalan by pass, untuk memastikan kondisi aman terkendali, kali ini Tim 7 menciduk 6 orang remaja, dan 3 unit motor diamankan dan diserahkan ke Pos Lantas Kota Payakumbuh untuk di proses karena motornya diduga tidak memiliki kelengkapan baik secara fisik maupun surat menyurat.

"Dua orang mengaku dari Batusangkar dan sisanya warga Payakumbuh, sedangkan temannya ada yang lari dari kejaran petugas ke sawah-sawah, bahkan ada yang masih kelas 6 SD, mereka kita bawa ke Kantor untuk diberikan pembinaan," terang Devitra

Dipenghujung penyisiran, didapati beberapa remaja yang berkumpul disepanjang jalan Soekarno-Hatta di depan kantor DPRD kota Payakumbuh, Kasatpol PP dengan sigap bersama tim 7 mengamankan remaja yang hendak kabur dari petugas, satu unit motor bertampang motor bala diamankan beserta pemilik, dari KTP nya, diamankan warga Sungai beringin.

Dari hasil pengamanan yang dilakukan Tim 7,  sampai pukul 3.30 tidak ada indikasi terjadinya balap liar di jalanan. Remaja yang diamankan langsung diberi pembinaan di kantor, dan diminta menandatangani surat perjanjian, serta dipanggil orang tuanya.

Devitra menegaskan pihaknya akan terus melakukan razia demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat Kota Payakumbuh, selama itu melanggar Perda, Tim 7 siap menindak.

"Kita menerima laporan dari masyarakat, segala masukan akan kita proses dan kita laksanakan pengamanan langsung," ujar Devitra.

Devitra menghimbau kepada pelaku balap liar untuk tidak melakukan aksi yang dapat mengganggu ketertiban di Kota Payakumbuh, selain mengganggu arus lalu lintas, tindakan tersebut berbahaya.

"Kepada orang tua juga kita harapkan melakukan pengawasan kepada anaknya, kalau sudah larut malam jangan biarkan berkeliaran," tambahnya.(ah)