Angka Kemiskinan Pessel ke-Empat Tertinggi di Sumbar

Iklan Semua Halaman


Olahraga

Angka Kemiskinan Pessel ke-Empat Tertinggi di Sumbar

Rabu, 10 Juli 2019
Kepala Kantor BPS Pesisir Selatan, Yudi Yos Elvin
Pessel, FajarSumbar.com - Tingkat kemiskinan Pesisir Selatan tercatat ke-empat teringgi dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada 2018 angka kemiskinan di daerah berjuluk 'negeri sejuta pesona' itu sebesar 7.59 persen atau turun dari periode tahun sebelumnya yang 7.79 persen.

Kendati mengalami penurunan, pencapaian itu masih terkonfirmasi di atas target dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2016-2021.

Pada 2019, pemerintah kabupaten sesuai perencanaan mematok tingkat kemiskinan di daerah itu bertengger pada angka 7.18 persen.

"Bahkan tetap di atas rata-rata provinsi yang angka kemiskinannya hanya 6.65 persen," ungkap Kepala Kantor BPS Pesisir Selatan, Yudi Yos Elvin pada wartawan di Painan, Rabu (10/7).

Ia menjelaskan, persentase penduduk miskin tersebut dihitung secara makro. Kalau dilihat secara mikro, jumlahnya dipastikan akan lebih tinggi.

Di Pesisir Selatan, sebagian besar masyarakat miskin terdapat di kawasan pedesaan. Dari sisi profesi, mayoritasnya merupakan petani, rumah tangga petani dan buruh tani.

Untuk itu, pemerintah daerah menyinkronkan pembangunannya dengan pemerintah pusat. Program kesejahteraan masyarakat dari pusat maupun daerah harus tepat sasaran.

Program Keluarga Harapan dan Jaminan Kesehatan Masyarakat, misalnya. Memudahkan akses terhadap layanan dasar seperti pendidikan dan kesehatan gratis.

Jika itu terlaksana, secara otomatis menekan angka kemiskinan. Membuka lapangan usaha baru, dengan memperbanyak kegiatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).

"Dengan demikian, tentu mereka itu bakal menyerap tenaga kerja. Muaranya pasti pendapatan dan kesejahteraan masyarakat jadi meningkat," jelasnya.

Kemudian, menaikkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sebab, sektor itu menjadi salah satu tolok ukur dalam menilai kemajuan daerah.

Namun yang terjadi, ulasnya, peringkat PAD Pesisir Selatan justeru turun menjadi posisi 12 di 2018, dari urutan 11 pada periode 2017 dari 19 kabupaten/kota di Sumatera Barat.

"Namun yang lebih penting adalah memacu aliran investasi masuk ke daerah ini. Karena dampak positifnya sangat besar terhadap kesejahteraan masyarakat," tuturnya. (tsf)