Bupati Irdinansyah Tarmizi Bakal Jadi Pembicara Workshop Knowledge Sharing Pembangunan Daerah

Iklan Semua Halaman


Olahraga

Bupati Irdinansyah Tarmizi Bakal Jadi Pembicara Workshop Knowledge Sharing Pembangunan Daerah

Sabtu, 13 Juli 2019
Kabag Humas dan Protokol Yusrizal
Tanah Datar, fajarsumbar.com-Bupati Tanah Datar Irdinansyah Tarmizi didaulat sebagai pembicara dalam kegiatan yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas RI) di dua tempat terpisah. Hal ini tidak terlepas atas "prestasi" diaraihnya Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Kategori Kabupaten, Tanah Datar menyisihkan kabupaten lainnya secara Nasional bulan Mei lalu.

Kabag Humas dan Protokol Yusrizal mengatakan  Bupati Irdinansyah menjadi pembicara pada kegiatan Workshop Knowledge Sharing Pembangunan Daerah di Bali tanggal 15 Juli 2019 dan sepekan berikutnya pada "Indonesia Development Forum 2019" di Jakarta Convention Centre (JCC) tanggal 22 Juli 2019, dalam Forum lebih luas lagi.

“Bupati Tanah Datar didaulat bersama Gubernur Jawa Tengah dan Wali Kota Semarang, sebagai pembicara di depan peserta dari latar belakang lembaga pemerintahan, perguruan tinggi, lembaga riset, organisasi masyarakat sipil, perusahaan swasta, mitra pembangunan internasional dan media,” ulas Yusrizal kepada fajarsumbar.com,Sabtu (13/7)

Sesuai informasi yang diterima dari Bappenas RI, jelas Yusrizal, kegiatan bertujuan memberi nilai tambah pada hasil pembangunan, membagikan praktek-praktek cerdas dari daerah, memperkaya penulisan "success story" atau " lesson learned" pembangunan daerah serta mendapat masukan dalam rangka peningkatan kualitas pembangunan daerah secara khusus dan pembangunan nasional secara umum.

“Dalam kegiatan tersebut, bupati akan sharing informasi penyelengaraan pemerintahan kepada peserta tentang success story perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang menurut penilaian panitia pusat (Bappenas), Tanah Datar mampu memberikan nilai lebih dalam perencanaan, pencapaian dan inovasi,” jelas Yusrizal.

Hasil penilaian PPD yang disampaikan panitia, Tanah Datar di sisi perencanaan, punya dukungan program prioritas daerah terhadap prioritas program nasional dalam Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) yang dinilai sangat kuat serta strategi, arah kebijakan dan pola penganggaran yang jelas dalam mencapai sasaran pembangunan daerah.

Sisi pencapaian pembangunan ulas Yusrizal, pertumbuhan ekonomi Tanah Datar di atas rata-rata nasional, kemiskinan menurun dan penurunan ketimpangan pendapatan lebih baik dari rata-rata nasional. Indikator-indikator di atas, juga dinilai pertumbuhan ekonomi Tanah Datar, lebih baik dibanding tahun sebelumnya sebesar 5.01% dan tahun 2017 meningkat menjadi 5,12%, lebih tinggi dari angka nasional sebesar 5,07%.

Tingkat kemiskinan dalam 3 tahun terakhir berhasil ditekan pada tahun 2015 sebesar 5,82% menjadi 5,68% di tahun 2016 dan tahun 2017 tinggal 5,56% dan ketimpangan pendapatan antara kaya dan miskin berhasil dipangkas, pada tahun 2013 sebesar 0,3 menjadi 0,26 pada tahun 2017 dan ini lebih baik dari capaian provinsi dan nasional.

Sementara inovasi yang dikembangkan Pemerintah Tanah Datar adalah menyediakan beasiswa penunjang pendidikan bagi siswa melalui "Gerbang Cerdas" (Gerakan Pembangunan Masyarakat Cerdas), Program Jaksa Masuk Pasar sebagai upaya mendekatkan pelayanan hukum bagi masyarakat pasar Batusangkar, 

dan sekaligus mendukung peningkatan PAD serta Program "Jaring Asmara Kenari", progam peningkata pelayan publik, dengan cara "Bupati Berkantor Satu Hari di nagari / (desa) dalam rangka memberikan pelayanan dasar masyarakat dan sekaligus menjaring aspirasi masyarakat sampai ke nagari.

Yusrizal menjelaskan Gerbang Cerdas bertujuan menjamin perlakuan layanan pendidikan yang merata dan bermutu dalam rangka mewujudkan manusia yang beriman, berakhlak mulia, berilmu, sehat, berkarakter, cakap, kreatif, mandiri dan berbudaya. Inovasi ini tumbuh dari sebuah daerah yang minim Sumber Daya Alam tetapi cukup potensial Sumber Daya Manusia-nya.

“Kita punya semboyan tidak ada anak Tanah Datar yang gagal melanjutkan ke perguruan tinggi negeri karena alasan biaya, semua itu kita upayakan melalui bantuan dari APBD, BAZNAS maupun menggandeng perantau dan donatur,” sebutnya.

Dalam membangun Tanah Datar, pemerintah daerah tidak bekerja sendirian. Inovasi Jaksa Masuk Pasar salah satu contohnya melibatkan Kejaksaan Negeri Tanah Datar dengan memberi layanan konsultasi hukum gratis sekaligus memberi sosialisasi hukum kepada pedagang dan pengujung pasar.

Bisa dikatakan inovasi ini satu-satunya di Indonesia. Salah satu hasilnya terjadi peningkatan kepatuhan pedagang dalam membayar retribusi toko, hal yang selama ini masih rendah.

Sementara Program Jaring Asmara Kenari untuk menjaring aspirasi masyarakat sampai ke nagari yang dilakukan bupati Tanah Datar dengan berkantor sehari di nagari melibatkan OPD terkait memberi pelayanan serta melihat permasalahan yang ada untuk dicarikan solusi secara bersama. (*/adek)