Dugaan Jual Beli Jabatan, Kepala Daerah tak Juga Kapok-kapok

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

Dugaan Jual Beli Jabatan, Kepala Daerah tak Juga Kapok-kapok

Selasa, 30 Juli 2019
ilustrasi. (pr)

Jakarta, fajarsumbar.com - Berulang kali KPK memberikan peringatan tentang korupsi tetapi seolah tidak diindahkan. Salah satu peringatan yang dilontarkan KPK yaitu tentang area rawan korupsi mutasi jabatan yang rupanya masih membuat para pemimpin daerah jera bermain mata.

Teranyar para pendekar antikorupsi menangkap Muhammad Tamzil yang menjabat sebagai Bupati Kudus. Dia diduga menerima uang ratusan juta rupiah dengan balasan berupa jabatan kepala dinas.

"KPK menyesalkan terjadinya suap yang melibatkan kepala daerah terkait dengan jual beli jabatan," kata Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan ketika mengumumkan penetapan tersangka tersebut pada Sabtu, 27 Juli 2019 sebagaimana dikutip detik.com.

Terlebih Tamzil diketahui pernah dibui gara-gara korupsi. Hal ini benar-benar disoroti KPK agar publik tidak asal pilih kelak dalam pemilihan kepala daerah.

"Dengan terjadinya peristiwa ini, KPK kembali mengingatkan agar pada Pilkada Tahun 2020 mendatang, partai politik tidak lagi mengusung calon kepala daerah dengan rekam jejak yang buruk. Kasus ini juga sekaligus menjadi pelajaran bagi parpol dan masyarakat bahwa penting untuk menelusuri rekam jejak calon kepala daerah. Jangan pernah lagi memberikan kesempatan kepada koruptor untuk dipilih," imbuh Basaria.

Apalagi peristiwa kepala daerah yang bermain rasuah dengan 'jual-beli' jabatan bukan kali ini saja terjadi. Setidaknya dari catatan detikcom, kasus Bupati Kudus merupakan kali kelima yang ditangani KPK. (*)