SUMBAR

Kota Padang

Fajar Terkini

Kadisdukcapil Padang Pariaman M. Fadhly Jadi Nara Sumber di Jakarta, Ini yang Dipaparkan

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman Muhammad Fadhly saat mempresentasikan perkembangan inovasi pencatatan kelahiran dan kematian di Jakarta,.

Padang Pariaman, FajarSumbar.com Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Padang Pariaman Muhammad Fadhly kembali mempresentasikan perkembangan inovasi Pencatatan Kelahiran dan Kematian dengan penyebab penyakit yang merupakan bagian penting dari Pencatatan Sipil Statistik Hayati (Civil Registration and Vital Statistik), di Jakarta, Senin lalu.

Pencatatan Sipil Statistik Hayati (PS2H) menjadi fokus Disdukcapil bersama Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman, akan memberi manfaat pada pemantauan kesehatan Ibu dan Anak serta pencatatan kematian berdasarkan Nomor Induk Kependudukan sebagai identitas tunggal.

Program PS2H dibangun sebagai dasar untuk perencanaan pembangunan termasuk pembangunan kesehatan. Hal tersebut dapat menghasilkan berbagai ukuran demografi dan epidemiologi seperti angka kematian dan pola penyakit penyebab kematian. PS2H merupakan implementasi dari pelaksanaan UU No. 24 Tahun 2013 tentang Administrate Kependudukan, yang leading sektornya adalah Kementerian Dalam Negeri yang dikelola Ditjen Dukcapil beserta jajaran di bawahnya.

Kabupaten Padang Pariaman adalah salah satu pilot project PS2H dari Kemenkes RI disamping 2 Kabupaten/Kota lainnya. Yaitu Kabupaten Kudus dan Kota Makassar. Dalam eksposenya, Muhammad Fadhly menyampaikan proses migrasi pencatatan manual yang selama ini dilakukan menjadi pencatatan secara elektronik (paperless) yang jelas lebih memudahkan, sumber data yang akurat dari data warehouse pusat Kemdagri dan bisa dievaluasi dengan laporan elektronik. 

“Ini juga salah satu action kita dalam pengembangan Smart City di Kabupaten Padang Pariaman”, jelas Muhammad Fadhly.

Dalam rancangan sistem yang terus dikembangkan ini, Fadhly memaparkan bahwa sistem ini akan dijalankan oleh stakeholder Dinas Kesehatan dan Dinas Dukcapil. “Ending dari proses ini adalah didapatkannya catatan kesehatan ibu dan anak semenjak usia kehamilan yang dicatat berdasarkan HPHT/Hari Perkiraan Haid Terakhir), dilanjutkan dengan melahirkan dan sampai usia balita. Untuk percataban kematian, pelaporannya akan ditindaklanjuti dengan proses autopsi verbal/AV,” jelas Muhammad Fadhly.

Dilain pihak, Kepala Dinas Kesehatan Yutiardi yang turut hadir dalam rangkaian acara tersebut menjelaskan bahwa AV yang akan dilakukan pada saat ini menggunakan paper. Dikarenakan kondisi saat ini belum memungkinkan kita untuk menggunakan Smart-VA. 

“Kami dari jajaran kesehatan berkomitmen akan melaksanakan ini dan berpindah ke cara-cara smart dalam pencatatan dengan mempergunakan teknologi,” jelas Yutiardi.

Muhammad Fadhly menjelaskan, data kelahiran, kematian dan penyebab kematian disepakati menjadi bagian dari fungsi sistem vital statistik yang tertuang dalam The 2013 UN Principles and Recommendations for a Vital Statistics System. 

Untuk itu diperlukan Penguatan Sistem Pencatatan Kelahiran, Kematian dan Penyebab Kematian. Penguatan system tersebut memerlukan dukungan system informasi dan teknologi. Termasuk integrasi dan interoperabilitas system, antara Dinas Kesehatan tengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sebagai penyedia data penduduk berbasiskan Nomor Induk Kependudukan (NIK).

“Dengan bersumber pada data  kependudukan di Dinas Dukcapil, khususnya kelahiran, kematian dan penyebab kematian akan diperoleh data yang akurat terkait data penduduk, angka kematian, dan pola penyakit penyebab kematian,” jelas Muhammad Fadhly. (r/saco)

Previous
« Prev Post

Berita Lain:

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *