KPK Geledah Kantor Bupati Solsel 4,5 Jam, 3 Koper Dokumen Disita

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

KPK Geledah Kantor Bupati Solsel 4,5 Jam, 3 Koper Dokumen Disita

Selasa, 09 Juli 2019

Solsel, fajarsumbar.com - Selama lebih kurang 4,5 jam, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah ruangan dulu kantor Bupati dan kantor dan kantor Pekerjaan Umum PUPR Solok Selatan.

Tim anti korupsi itu menyita tiga koper besar dengan warna biru laut,tiga koper kecil,dua kardus, tiga rangsel,didalamnya berisi sejumlah dokumen dari Kantor Bupati dan Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pertanahan Solok Selatan.

KPK mulai masuk ruangan Kantor Bupati dan Dinas PU Solok Selatan.Selasa (9/7),sekitar pukul 09.00 Wib, membuat aktifitas kantor sedikit terganggu, karena tamu tak diundang itu datang dengan tiba tiba, dikawal dengan aparat kepolisian polresSolok Selatan dengan senjata lengkap, membuat sejumlah ASN yang bertugas di Sekretariat pemda itu terpaku.

Tim penggeledahan dibagi dua, satu menggeledah di kantor Bupati,ruang kerja Bupati, ruang LPSE, Sekretariat. Tim kedua menggeledah kantor PUPR, menggeledah ruang kepala dinas, Kabid Bina Marga, ruang Bidang Cipta Karya.

Sedangkan dari kantor Bupati dan Bagian Pengadaan Barang dan Jasa, KPK membawa keluar dua koper kecil satu koper besar beserta tiga ransel.

Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU Solok Selatan Adwisd Patrice Bimbe kepada sejumlah awak Media mengatakan, pihak KPK memeriksa tiga ruangan yaitu Bidang Cipta Karya, Bina Marga dan sekretariat.

"Di sekretariat KPK mencari tentang masalah keuangan sedangkan Cipta Karya meminta data masjid Raya dan di Bina Marga minta data jembatan Ambayan," Katanya.

Pihak KPK, hanya meminta bukti fisik untuk mempertegas seperti surat-surat diketiknya dimana, dokumen rapat.

File yang dimintakan, katanya berupa file bukti pencairan proyek masjid agung dan jembatan seperti proses pencairan jembatan ambayan dilakukan empat kali pencairan.

Selain itu, KPK juga memeriksa sejumlah komputer dan laptop serta telepon selular ASN yang berkaitan dengan proyek jembatan dan masjid.

"Saya juga terkejut,telepon selular saya juga diperiksa,"Ulasnya.

Sementara itu Kepala Bagian Pengadaan Barang dan Jasa Martin Edi mengatakan, KPK memang membawa dokumen dari ruangan itu usai melakukan pemeriksaan.

"Betul ada beberapa dokumen yang dibawa oleh petugas KPK usai pemeriksaan," ujarnya.

Disayangkan saat penggeledahan berlangsung, tak satupun pejabat yang berada dikantor,seperti Bupati Muzni Zakaria, kepala Dinas PU Hanif Rasimon,

Ironisnya Bupati Solok Selatan, pagi itu, masih berada di Solok Selatan, Bupati sempat melepas keberangkatan Jemaah Calon Haji Solok Selatan di Masjid Raya Pasar Muara Labuh, setelah itu hilang entah kemana, bersama istrinya.

Hasil pantau fajarsumbar.com dirumah dinas Batang Lawe, hanya ada dua orang satpam saja, dan Dia tidak mau menyebutkan namanya, namun Dia mengatakan, Bapak dan ibuk baru saja meluncur ke Padang, sambil menutup pintu pagar.

Usai melakukan penggeledahan dikantor Bupati,rombongan KPK langsung tancap gas menuju rumah dinas Bupati di Lawe,kecamatan Sungai Pagu,namun rombongan hanya sebentar saja disana dan tidak membawa apa apa,karena Bupati dan istrinya tidak ditempat. (HR-V)