KPK Tetapkan Gubernur Kepri Jadi Tersangka

Iklan Semua Halaman

iklan halaman depan

KPK Tetapkan Gubernur Kepri Jadi Tersangka

Kamis, 11 Juli 2019

Jakarta, fajarsumbar.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepri Tahun 2018/2019. 

Demikian disampaikan Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan dalam konferensi pers di gedung KPK, Kamis (11/7/2019), seperti dilansir detik.com.

"KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan empat orang sebagai tersangka, yaitu NBA (Nurdin Basirun), EDS (Edy Sofyan), BUH (Budi Hartono), dan ABK (Abu Bakar)," ujar Basaria seperti dikutip detikcom.

Perinciannya, sebagai penerima suap, yaitu Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pemerintah Provinsi Kepri Edy Sofyan, dan Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP Pemprov Kepri Budi Hartono. Sedangkan yang diduga sebagai pemberi dari pihak swasta bernama Abu Bakar. 

Untuk sangkaan suap, Nurdin diduga menerima sejumlah pemberian dari Abu Bakar melalui Edy. Setidaknya ada dua kali penerimaan yang dicatat KPK, yaitu sebesar SGD 5.000 dan Rp 45 juta pada 30 Mei 2019 serta sebesar SGD 6.000 pada 10 Juli 2019.

Sedangkan untuk sangkaan gratifikasi, KPK menyita dari rumah Nurdin sejumlah uang dalam berbagai pecahan mata uang, antara lain SGD 43.942 (Rp 456.300.319,3) dan USD 5.303 (Rp 74.557.528,5). Total nilai uang yang disita di rumah Nurdin ada Rp 666.812.189,56.(*)