Mahasiswa UI Lakukan Ekskavasi di Kota Sawahlunto

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Mahasiswa UI Lakukan Ekskavasi di Kota Sawahlunto

Jumat, 12 Juli 2019
Mahasiswa Universitas Indonesia jurusan Arkeologi melalukan kunjungan ke Museum Goedang Ransoem Kota Sawahlunto

Sawahlunto, Fajarsumbar.com - Mahasiswa Univeristas Indonesia jurusan arkeologi melalukan ekskavasi di Kota Sawahlunto. Kegiatan tersebut sekaitan dengan Praktek Kuliah Lapangan yang setiap tahun digelar. Sementara kegiatan PKL ini merupakan yang kedua kalinya dilakukan di Kota Arang ini yang berlangsung dari tanggal 6 sampai 16 Juli 2019.

Ekskavasi dilakukan dikawasan bengkel utama PT. Bukit Asam yang berdekatan langsung dengan tempat pengumpulan batubara masa kolonial Belanda dulunya. Di kawasan ini diyakini banyak logam logam tinggalan bengkel yang terkubur.

Ekskavasi yang dilakukan mahasiswa ini sekaligus membantu pemerintah kota Sawahlunto untuk menggali tinggalan benda sejarah yang masih terkubur. Disamping itu, keguatan ekskavasi nantinya akan melibatkan siswa siswi SMA yang ada di Kota Sawahlunto.

Dr. R. Cecep Eka Permana, SS, M. Si, dosen pendamping dalam ekskavasi mengatakan masih banyak benda-benda logam yang terkubur disekitar kawasan bengkel utama Sawahlunto. "Kawasan ini dulunya adalah tempat pengumpulan batubara sebelum dibawa ke Belanda dengan transportasi kereta api lewat Pelabuhan Teluk Bayur. Sehingga banyak logam logam tinggalan bengkel yang terkubur disekitar kawasan," jelasnya.

Ditambahkan Cecep sapaan dosen ini, ekskavasi dapat nembantu penguatan sejarah pada suatu tempat yang di ekskavasi. Setidaknya aktifitas yang pernah terjadi di kawasan tersebut dapat diketahui setelah dilakukan ekskavasi.

Tidak hanya ekskapasi, mahasiswa yang berjumlah 60 orang tersebut juga diberikan peninjauan lapangan teehadap aktivitas tambang dalam. Hal itu dibuktikan dengan peninjauan lapangan lubang tambang dalam yang berada di Balai Diklat Tambang Bawah Tanah Kota Sawahlunto.

Antusias mahasiswa dengan metode PKL tersebut sangat terlihat. Ditambah lagi dengan melihat langsung bentuk lubang tambang batubara yang digali pada masa Kolonial Belanda.

Disamping itu, mahasiswa juga mengunjungi museum museum yang ada di Sawahlunto sebagai materi pembelajaran. Ditambah dengan ditetapkannya Sawahlunto sebagai watisan dunia menjadi hal menarik bagi mahasiswa. (Adrial)