Puluhan Ternak Sapi Mati Mendadak di Solsel, Tim Keswan Lakukan Survei

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Puluhan Ternak Sapi Mati Mendadak di Solsel, Tim Keswan Lakukan Survei

Jumat, 26 Juli 2019
Tim Keswan Dinas Pertanian, Peternakan Sulsel, melakukan survei lapangan. (hendrivon)

Padang Aro, fajarsumbar.com - Menjelang Hari Raya Qurban, sejumlah sapi warga Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo,Solok Selatan mati mendadak. Ada dugaan hewan tersebut mati karena stres.

Peternak Sapi di Solok Selatan (Solsel) galau. Pasalnya, selama dua pekan terakhir puluhan ternak Sapi milik masyarakat mati mendadak (tanpa ada bekas luka) dan tidak diketahui penyebabnya. Kematian ternak Sapi itu, marak terjadi di Nagari Sungai Kuntitik Kecamatan Sangir Balai Janggo.

Menurut pengakuan Wali Nagari Sungai Kunyit, Rusnijal Hendri peristiwa kematian Sapi secara mendadak tersebar di delapan Jorong yang ada. "Sejauh ini, sudah ada sekitar 20 ekor Sapi yang dilaporkan warga, mati secara mendadak," kata Rusnijal pada Media ini.

Ia mengaku, masyarakat sangat khawatir dengan adanya wabah penyakit yang menimpa. Sebab, pada tahun lalu juga terjadi kejadian serupa yang menyebabkan kematian mendadak pada ternak Sapi.

"Pada 2018, ada penyakit Jembrana yang dibawa oleh salah satu ternak dari luar Sumbar dan menyebar di Sungai Kunyit. Tapi, untuk kasus sekarang, kami belum mengetahui secara pasti penyebab kematian Sapi ini," sebutnya.

Jenis Sapi Bali, pada umumnya yang dipelihara warga di wilayah itu, katanya berkisar dua ribu ekor populasi di nagari Sungai Kunyit. Solsel memiliki populasi sapi sekitar 9 ribu ekor dan sekitar 2.250 merupakan indukan. 

Tidak ingin merebak, imbuhnya sehingga pihak Pemerintah Nagari setempat melaporkan kejadian tersebut pada Dinas Pertanian dan Peternakan Solsel. "Sekarang, pihak Dinas terkait sedang berada dilokasi untuk memastikan penyebab kematian Sapi secara mendadak," ujarnya.

Terpisah, Kepala Seksi Kesehatan Hewan Dinas Pertanian dan Peternakan Solsel, Sherlly  membenarkan kejadian itu. "Iya, sekarang kami bersama tim tengah berada di lokasi untuk memastikan penyebabnya. Untuk kepastian, menunggu hasil pemeriksaan dahulu," katanya. (hendrivon/yuni valora)