Riko Syahrul Ketua Ranting ADAM Puskesmas Kuranji

Iklan Semua Halaman


iklan halaman depan

Riko Syahrul Ketua Ranting ADAM Puskesmas Kuranji

Kamis, 25 Juli 2019
Ketua Ranting ADAM Wilayah Puskesmas Kuranji, di aula puskesmas setempat, foto bersama usai pemilihan dan pembentukan pengurus, kemarin. (Ist)

Padang, fajarsumbar.comGuna mensiasati, sekaligus menjawab rancangan draft peraturan walikota (Perwako) tentang pengawasan depot air minum (DAM) di Kota Padang, Asosiasi Depot Air Minum (ADAM) Kota, bersama Puskesmas Kuranji, Kecamatan Kuranji, berhasil  membentuk dan memilih pengurus untuk ranting wilayah puskesmas setempat.

Adalah Riko Syahrul dari DAM Asra, beralamat di Simpang Empat Taruko, Kalumbuk, secara aklamasi didapuk menjadi pemimpin wilayah ranting. 

Sementara, Iryadi dari DAM Abong Cakra, Kuranji, dipercayai mengemban tugas sebagai wakil ketua. Untuk Sekretaris diamanahi kepada Ridmalely, dari Lirici Tiga, Taruko dan Joni Firdaus, dari Tirta Embun, menjadi bendahara ranting.

Sebelumnya, Kepala Puskesmas Kuranji, Trice Erwiza, SKM. M.MKes., diwakili drg. Fajriah bersama petugas sanitarian, Oktaverarestuwanti, S.ST., dan Elga Novita, AMKL., memandu jalannya kegiatan.

Dalam arahannya, kepala puskesmas, dengan terbentuknya pengurus ranting ini, hendaknya membantu puskesmas dan asosiasi guna mewujudkan kualitas air sehat dan higienis. 

Sebab, sesuai Permenkes 492 tahun 2010 mengamanatkan, pengelola dan pemilik depot air minum isi ulang, untuk wajib memeriksakan air depotnya ke laboratorium yang sudah terakreditasi. Baik soal bakteriologis maupun kimia di samping regulasi lainnya. Untuk itu, pihaknya, menyambut baik dengan sudah terbentuknya asosiasi ranting tersebut.

"Semoga 23 depot yang ada di wilayah puskesmas ini, patuh dan taat dengan aturan yang ada," sebut Fajriah.

Ketua ADAM Kota Padang, Yasrizal SST., mengemukakan, terbentuknya ranting puskesmas Kuranji, makin menambah energi baru untuk wadah di tingkat kota. Terlebih lagi, saat ini persoalan depot air minum isi ulang terus dihadapkan dengan masalah harga, legalitas hukum, karyawan depot dan sumber daya manusia (SDM).

"Sederet masalah itu kita selesaikan secara bertahap. Kini, pengurus terpilih berupaya kebut menuntaskan administrasi dan kelengkapan asosiasi lainnya," tegasnya. (yas)